Banyuwangi – Di tengah polemik pengakuan Ressa Rizky Rossano, pemuda asal Banyuwangi yang mengklaim sebagai anak kandung Denada, muncul kesaksian dari mantan Asisten Rumah Tangga (ART) sang penyanyi yang mengaku mengetahui kehidupan Denada sejak lama.
Mantan ART tersebut bernama Sofi. Ia diketahui telah lama bekerja di keluarga Denada, bahkan sejak masa ibunda Denada, Emilia Contessa, masih hidup. Sofi mengklaim cukup memahami keseharian Denada, mulai dari aktivitas pribadi, pernikahan, hingga urusan anak.
Berbeda dengan keterangan Ressa dan kuasa hukumnya, Sofi mengungkapkan fakta yang menurutnya bertolak belakang. Ia mengaku tidak pernah mengetahui ataupun mendengar kabar bahwa Denada pernah hamil di luar pernikahan, melahirkan anak, lalu pergi dan menetap di Australia.
“Setahu saya nggak pernah dengar. Yang saya tahu, anak Denada cuma satu, Shakira, sekarang namanya Aisha,” ujar Sofi, dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.
Anak yang dimaksud Sofi adalah Aisha, buah pernikahan Denada dengan mantan suaminya, Jerry Aurum. Menurut Sofi, sepanjang ia bekerja di keluarga tersebut, tidak pernah ada cerita maupun tanda-tanda Denada memiliki anak lain.
Sofi juga tidak menampik bahwa dirinya pernah melihat atau bertemu dengan Ressa. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan Ressa di lingkungan keluarga Denada bukan sebagai anak kandung Denada.
“Saya pernah ketemu anak ini, tapi ya nggak tahu. Setahu saya dari dulu dia sama Bu Emil. Bukan anaknya Mbak Dena. Mungkin saudara atau anak siapa. Kalau dibilang itu anaknya Mbak Dena, itu salah,” ucap Sofi.
Ia menambahkan bahwa dirinya kerap datang ke rumah keluarga tersebut bahkan sebelum Emilia Contessa wafat, dan tidak pernah melihat indikasi bahwa Ressa adalah anak Denada.
Selain itu, Sofi juga membantah isu yang menyebut Denada pernah lama tinggal di Australia. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar.
“Kalau ke Australia biasanya ngomong ke kita. Mbak Dena nggak pernah ke mana-mana. Kalau ada kabar lama di Australia, itu cuma isu, hoaks saja,” tegasnya.
Sementara itu, kuasa hukum Ressa, Mohammad Firdaus Yuliantono, tetap pada pernyataannya bahwa kliennya adalah anak kandung Denada yang merasa ditelantarkan sejak kecil. Firdaus menyebut, Ressa sejak bayi diserahkan kepada bibinya—yang merupakan adik kandung Emilia Contessa—untuk diasuh di Banyuwangi.
Dalam versi Ressa, sejak kecil ia meyakini bahwa perempuan yang mengasuhnya adalah ibu kandungnya, sementara Denada dianggap sebagai tantenya. Baru saat menginjak bangku SMA, Ressa mulai mendengar kabar bahwa ibu yang selama ini bersamanya bukanlah ibu kandung.
Atas dasar itu, Ressa mengajukan gugatan perdata dengan tuntutan ganti rugi senilai Rp7 miliar. Proses hukum atas gugatan tersebut saat ini masih berjalan dan menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul berbagai kesaksian yang saling bertolak belakang.


















Tinggalkan Balasan