Media Kampung – 25 Maret 2026 | Small heath (Coenonympha pamphilus) merupakan kupu‑kupu berukuran kecil dengan rentang sayap antara 3,4 hingga 3,8 sentimeter, berwarna cokelat jingga dan memiliki corak hitam menyerupai mata di kedua sayapnya.
Spesies ini tersebar di lebih dari empat puluh negara, termasuk wilayah Eropa, Afrika Utara, dan sebagian Asia, serta dapat beradaptasi di padang rumput, pegunungan, pesisir, taman, kebun, bahkan area pemukiman yang padat.
Berbeda dengan banyak kupu‑kupu lain, small heath cenderung terbang rendah, hanya beberapa sentimeter di atas tanah atau semak‑semah, terutama pada siang hari ketika sinar matahari terang.
Ketika sinar matahari tidak hadir, kupu‑kupu ini biasanya beristirahat dengan menutup sayapnya sambil bertengger di vegetasi rendah.
Aktivitas terbang dewasa biasanya dimulai pada bulan April dan berlanjut hingga September, seiring dengan ketersediaan nektar di habitatnya.
Ulat kecilnya memiliki tubuh ramping berwarna hijau terang dan memakan berbagai jenis rumput seperti Anthoxanthum odoratum, Poa pratensis, Agrostis stolonifera, dan Festuca rubra.
Induk kecil dewasa lebih menyukai nektar dari bunga bramble, yarrow, dan ragwort, yang kaya akan asam amino dan gula, mendukung pertumbuhan dan reproduksi mereka.
Keberadaan small heath sangat tergantung pada sinar matahari, karena suhu hangat mempercepat metabolisme dan aktivitas mencari makan.
Populasi kupu‑kupu ini menunjukkan penurunan signifikan akibat intensifikasi pertanian yang merusak padang rumput alami dan mengurangi sumber makanan.
Penggunaan pestisida serta penggembalaan berlebih juga mengganggu proses reproduksi dengan menghancurkan tempat bertelur dan larva.
Organisasi konservasi seperti Butterfly Conservation menekankan pentingnya menjaga area rumput liar serta mengurangi praktik pertanian yang merusak untuk melindungi spesies ini.
Small heath termasuk indikator kesehatan ekosistem, karena perubahan populasinya mencerminkan kualitas habitat dan keberlanjutan vegetasi alami.
Penelitian di European Journal of Entomology mencatat bahwa keberadaan kupu‑kupu ini dapat menandakan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi di suatu wilayah.
Di wilayah pegunungan, small heath dapat bertahan pada ketinggian sedang, meskipun suhu lebih rendah, asalkan terdapat cukup sinar matahari.
Di daerah pesisir, mereka memanfaatkan vegetasi semak‑semah yang tumbuh di pasir, menunjukkan fleksibilitas adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang beragam.
Di kawasan perkotaan, small heath sering ditemukan di taman kota dan kebun rumah, selama ada tanaman berbunga dan rumput liar yang tidak terganggu.
Para peneliti mencatat bahwa keberadaan tanaman penutup tanah seperti rumput liar sangat penting untuk menyediakan makanan bagi larva.
Kegiatan pemantauan populasi secara rutin dilakukan oleh lembaga konservasi dengan metode transek visual pada pagi hari ketika kupu‑kupu paling aktif.
Data pemantauan mengungkapkan penurunan persentase populasi sebesar 15‑20 persen dalam satu dekade terakhir di beberapa wilayah Eropa Barat.
Upaya restorasi padang rumput, termasuk penanaman kembali spesies flora asli, telah menunjukkan peningkatan kembali populasi small heath dalam beberapa proyek pilot.
Partisipasi masyarakat melalui program citizen science juga membantu mengumpulkan data distribusi, memperluas cakupan pemantauan.
Dengan peningkatan kesadaran akan peran penting kupu‑kupu kecil ini, beberapa daerah kini melarang pemotongan rumput liar di area konservasi.
Secara keseluruhan, small heath tetap menjadi salah satu spesies kupu‑kupu paling melimpah, namun kehadirannya kini menjadi indikator tantangan konservasi modern.
Keberlangsungan spesies ini memerlukan sinergi antara praktik pertanian berkelanjutan, perlindungan habitat alami, dan partisipasi publik dalam pemantauan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan