Bonobo Kanzi menjadi pusat perhatian dunia sains setelah penelitian terbaru membuktikan bahwa primata nonmanusia mampu berimajinasi. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science pada 5 Februari 2026 dan disebut sebagai bukti eksperimental pertama tentang kemampuan kera membayangkan objek yang tidak nyata.

Kanzi, bonobo berusia 44 tahun yang lama menjadi subjek riset bahasa primata, dikenal memiliki pemahaman luas terhadap kata-kata manusia setelah bertahun-tahun dilatih menggunakan bahasa isyarat dan papan tombol simbol. Kemampuan tersebut membuat ilmuwan bertanya lebih jauh, apakah ia juga memiliki kapasitas imajinasi seperti manusia.

Pertanyaan itu dijawab melalui serangkaian eksperimen yang dilakukan tim peneliti dari Johns Hopkins University. Dipimpin ilmuwan kognitif Christopher Krupenye dan Amalia Bastos, penelitian dilakukan tak lama sebelum Kanzi meninggal pada Maret 2025 di fasilitas Ape Initiative, Iowa.

Dalam eksperimen yang menyerupai permainan pesta teh anak-anak, peneliti berpura-pura menuangkan cairan dari teko kosong ke dua gelas kosong, lalu seolah-olah mengembalikan cairan imajiner itu ke dalam teko dari salah satu gelas. Ketika diminta menunjuk gelas yang masih “berisi”, Kanzi dalam lebih dari dua pertiga percobaan secara konsisten memilih gelas yang secara imajiner tersisa cairannya, meskipun pada kenyataannya tidak pernah ada jus di dalamnya.

Hasil serupa muncul dalam skenario berbeda menggunakan buah anggur imajiner. Dari 45 percobaan, Kanzi berhasil melacak objek khayalan itu sebanyak 31 kali, mendekati performanya saat melacak jus imajiner yang tercatat 34 dari 50 percobaan.

Untuk memastikan respons tersebut bukan sekadar tebakan, peneliti menguji kemampuan Kanzi membedakan objek nyata dan imajiner. Dalam uji ini, satu gelas benar-benar diisi jus, sementara gelas lain hanya diperlakukan seolah-olah berisi. Kanzi mampu memilih gelas berisi jus asli sebanyak 14 dari 18 kali, menunjukkan ia memahami perbedaan antara realitas dan simulasi dalam pikirannya.

Para peneliti menilai temuan ini mengindikasikan bahwa fondasi kemampuan kognitif kompleks, termasuk imajinasi, kemungkinan telah muncul jauh sebelum garis evolusi manusia modern terbentuk. Dengan kata lain, kapasitas membayangkan sesuatu yang tidak hadir secara fisik mungkin merupakan warisan evolusi yang lebih tua dari perkiraan sebelumnya.

Selama ini, laporan tentang kera yang berpura-pura menggendong kayu seperti bayi atau menirukan permainan manusia hanya bersifat anekdot. Penelitian terhadap Kanzi memberikan dasar eksperimental yang terkontrol dan dapat direplikasi, membuka babak baru dalam pemahaman tentang evolusi pikiran.

Melalui studi terhadap Bonobo Kanzi, ilmuwan kini melihat bahwa kemampuan membayangkan dunia yang tak kasatmata bukanlah monopoli Homo sapiens, melainkan bagian dari perjalanan panjang evolusi primata.