Media Kampung – 28 Maret 2026 | Hari raya Idul Adha tahun 2026 diperkirakan akan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, sesuai kalender hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama.
Pemerintah belum mengumumkan tanggal resmi karena keputusan masih menunggu hasil pengamatan hilal Zulhijah.
Pengamatan hilal akan dilakukan menurut kriteria MABIMS, yaitu ketinggian minimal tiga derajat dan elongasi enam koma empat derajat.
Kriteria tersebut disepakati oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk memastikan keterlihatan bulan baru.
Sidang isbat akhir Dzulqa’dah akan menjadi forum final penetapan hari raya, seperti biasanya setiap tahun.
Metode pengamatan pemerintah selaras dengan prosedur yang dipakai Nahdlatul Ulama (NU) dalam menentukan awal Zulhijah.
NU mengandalkan hisab astronomi serta pengamatan visual, sehingga hasilnya biasanya sejalan dengan keputusan pemerintah.
Muhammadiyah juga menggunakan hisab yang sama dan melakukan rukyat untuk memvalidasi perhitungan.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag dan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional mencantumkan tanggal tersebut sebagai acuan sementara.
Kalender resmi menyebutkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026, yang menjadi dasar penetapan Idul Adha.
Tanggal tersebut akan dimasukkan ke dalam cuti bersama 2026, memberikan libur tambahan bagi pekerja dan pelajar.
Instansi pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia diperkirakan menyesuaikan jadwal operasionalnya.
Sehari setelah Idul Fitri, umat Islam akan melaksanakan ibadah qurban dengan menyembelih kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta.
Al‑Qur’an Surah Al‑Hajj ayat 34 menegaskan keutamaan penyembelihan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.
Umat Muslim di seluruh nusantara mempersiapkan hewan qurban jauh sebelum hari raya, termasuk mempelajari prosedur penyembelihan yang sesuai syariat.
Pedagang ternak melaporkan peningkatan penjualan sejak awal Ramadan, menjelang Idul Adha.
Di beberapa daerah, tradisi lokal menambah nuansa khas, misalnya upacara penyambutan hewan qurban di desa‑desa.
Suku Osing di Banyuwangi misalnya mengadakan ritual persiapan kasur khusus sebagai simbol persatuan sebelum penyembelihan.
Aktivitas qurban juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi peternak, pasar tradisional, dan industri pengolahan daging.
Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 diperkirakan akan menjadi momentum keagamaan dan sosial yang penting, dengan penetapan resmi menunggu hasil sidang isbat akhir Dzulqa’dah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan