Media Kampung – 24 Maret 2026 | Malam Lailatul Qadar, yang diyakini lebih baik dari seribu bulan, menjadi fokus utama umat Muslim pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Umat didorong memperbanyak ibadah demi mendapatkan pahala berlipat ganda, sesuai anjuran tradisional.

Salat wajib tetap menjadi landasan, sementara salat sunnah seperti tarawih, tahajud, dan witir dianjurkan untuk menambah kualitas ibadah malam itu.

Seorang ulama menegaskan, “Shalat malam menempati posisi tertinggi setelah shalat fardhu, sebagaimana sabda Nabi dalam riwayat Muslim.”

Pembacaan Al‑Qur’an juga mendapat penekanan khusus, mengingat setiap huruf yang dibaca menghasilkan satu kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali.

Hadits Abdullah Ibnu Mas‘ud yang diriwayatkan oleh At‑Tirmidzi menyebutkan keutamaan membaca huruf alif, lam, dan mim sebagai contoh konkret pahala berlipat.

Dengan menggabungkan salat malam dan membaca Al‑Qur’an, umat berharap pahala mereka meningkat secara eksponensial pada malam penuh berkah.

Selain itu, dzikir menjadi amalan penting, dimana pengulangan nama Allah diyakini menenangkan hati dan memperkuat keimanan.

Dzikir rutin pada Lailatul Qadar sering kali diiringi dengan doa memohon ampunan dan keberkahan.

I’tikaf, atau berdiam diri di masjid selama sepuluh malam terakhir, dianggap cara efektif untuk memusatkan diri pada ibadah tanpa gangguan duniawi.

Seorang tokoh agama menjelaskan, “I’tikaf memberi kesempatan bagi seorang muslim untuk meresapi makna malam Lailatul Qadar secara mendalam, tanpa distraksi.”

Doa pribadi yang tulus juga dianjurkan, karena malam tersebut diyakini menjadi waktu terpilih Allah menerima permohonan hamba.

Berbagai doa klasik, termasuk doa Nabi Muhammad SAW saat Lailatul Qadar, sering dibacakan secara berulang.

Bersedekah menjadi amalan ketujuh, dengan harapan pahala sedekah akan berlipat pada malam yang istimewa.

Umat dianjurkan menyalurkan bantuan kepada fakir miskin, panti asuhan, atau program sosial lainnya pada kesempatan ini.

Mandi dan berhias diri sebelum melaksanakan ibadah juga termasuk tradisi, sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang suci.

Ritual mandi junub dan memakai pakaian bersih dipercaya meningkatkan khusyuk dalam beribadah.

Keseluruhan rangkaian amalan ini diharapkan menciptakan suasana spiritual yang intens, memaksimalkan penerimaan pahala.

Para ahli menekankan pentingnya niat ikhlas dalam setiap amalan, karena tanpa niat yang tulus, pahala tidak akan optimal.

Pada akhir malam, umat biasanya memeriksa kembali kualitas ibadah yang telah dilaksanakan, memastikan tidak ada yang terlewat.

Dengan mengintegrasikan ketujuh amalan tersebut, umat Muslim berupaya meraih keberkahan Lailatul Qadar secara maksimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.