Media Kampung – 22 Maret 2026 | Perhutani KPH Balapulang menandai partisipasinya dalam apel gabungan kesiapan pengamanan malam takbiran 1447 H yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, di halaman Mapolsek Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Banjarharjo, perwakilan TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat, mencerminkan upaya sinergi lintas sektor menjelang perayaan Idul Fitri.
Dari pihak Perhutani KPH Balapulang, kehadiran diwakili oleh Asper BKPH Banjarharjo Timur dan Asper BKPH Banjarharjo Barat, yang turut berkoordinasi dengan aparat keamanan dan elemen masyarakat.
Tujuan utama apel gabungan adalah memperkuat koordinasi antar instansi serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran, ketika aktivitas publik cenderung meningkat signifikan.
Purwo Karyo Utomo, Asisten Perhutani BKPH Banjarharjo Timur, menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung upaya pengamanan wilayah, terutama di kawasan hutan yang termasuk dalam tanggung jawab BKPH Banjarharjo Timur dan Barat.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan aparat keamanan dan warga sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan maupun kerusakan hutan yang dapat terjadi pada momentum keagamaan besar seperti takbiran.
Kapolsek Banjarharjo, AKP Ahmad Su’udi, selaku pimpinan apel, menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi risiko seperti konvoi kendaraan, penggunaan petasan, dan keramaian yang dapat menimbulkan kerawanan.
Su’udi juga mengingatkan peserta apel untuk menerapkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan, guna menjaga rasa aman tanpa menimbulkan ketegangan di antara warga.
Dengan dilaksanakannya apel gabungan, diharapkan setiap pihak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal, sehingga perayaan malam takbiran di Banjarharjo dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kehadiran Perhutani tidak hanya sekadar formalitas, melainkan mencerminkan peran strategis perusahaan negara dalam pengelolaan hutan sekaligus kontribusi terhadap keamanan publik di wilayah kerja.
Koordinasi yang terjalin diharapkan mampu menurunkan angka kejadian pelanggaran keamanan, kebakaran hutan, serta kerusakan lingkungan yang sering meningkat pada masa perayaan keagamaan.
Masyarakat Banjarharjo menyambut positif langkah bersama ini, menyatakan rasa aman dan terdukung oleh kehadiran aparat serta perwakilan Perhutani yang memahami kondisi lokal.
Apel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan keamanan yang diperketat selama bulan Ramadhan, menyesuaikan dengan pola peningkatan mobilitas dan aktivitas warga menjelang Idul Fitri.
Seluruh peserta berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara profesional dan berbasis kemanusiaan, menegaskan tekad bersama menjaga ketertiban pada malam takbiran yang menjadi penutup Ramadan.
Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan malam takbiran 1447 H di Banjarharjo dapat dilaksanakan tanpa insiden signifikan, memberikan contoh keberhasilan kolaborasi antara lembaga pemerintah, perusahaan negara, dan komunitas lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan