Media Kampung – 22 Maret 2026 | Idul Fitri 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk menegaskan nilai toleransi beragama di tengah keragaman bangsa.

Menurut seorang guru besar UIN, perayaan ini dapat menjadi ajang memperkuat persaudaraan lintas keyakinan melalui praktik keagamaan yang terarah.

Sholat Idul Fitri dimulai dengan wudhu yang bersih, memastikan seluruh anggota badan terjangkau air demi kebersihan spiritual.

Setelah wudhu, jamaah dianjurkan memakai pakaian rapi yang melambangkan penghormatan terhadap hari suci.

Pelaksanaan sholat biasanya berlangsung di lapangan terbuka atau masjid besar, memungkinkan ribuan orang berkumpul secara bersamaan.

Susunan sholat terdiri dari dua rakaat, dengan rakaat pertama diakhiri salam setelah membaca surat Al-Fatihah dan satu surat pendek.

Rakaat kedua dimulai dengan takbir besar, diikuti bacaan yang serupa, namun diakhiri dengan takbir akhir dan salam ke kanan serta kiri.

Khutbah singkat biasanya dibacakan setelah sholat, menyampaikan pesan damai, persatuan, dan pentingnya saling menghargai.

Guru besar UIN menekankan, “Idul Fitri merupakan momentum strategis untuk menumbuhkan sikap toleransi antarumat beragama melalui ibadah kolektif.”

Setelah khotbah, jamaah melanjutkan dengan takbir raya, mengucapkan “Allahu Akbar” secara serempak sebagai simbol kebesaran Allah.

Takbir ini diulang tiga kali, menandai berakhirnya ibadah dan membuka kesempatan bersalaman antar sesama.

Proses bersalaman melibatkan salam hangat, doa, dan harapan baik, memperkuat ikatan sosial di antara peserta.

Setelah bersalaman, biasanya diadakan makan bersama atau santap ringan untuk menambah keakraban.

Berbagi makanan juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung.

Dalam konteks toleransi, kegiatan sosial ini dapat melibatkan lintas agama, memperlihatkan kepedulian universal.

Petugas keamanan dan panitia biasanya mengatur alur masuk dan keluar agar proses sholat berjalan tertib dan aman.

Penggunaan pengeras suara yang jelas membantu semua jamaah mendengar takbir dan khotbah tanpa gangguan.

Beberapa daerah menambahkan tradisi mengunjungi tetangga setelah sholat, mempererat hubungan komunitas.

Hal ini selaras dengan ajaran Islam yang menekankan silaturahmi sebagai pondasi masyarakat yang harmonis.

Di era digital, banyak masjid menyiarkan sholat Idul Fitri secara daring, memungkinkan partisipasi bagi yang tidak dapat hadir secara fisik.

Namun, kehadiran langsung tetap dianggap lebih khusyuk dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

  • Wudhu lengkap
  • Kenakan pakaian bersih dan rapi
  • Ikuti susunan dua rakaat dengan takbir dan salam
  • Dengarkan khotbah singkat tentang toleransi
  • Lakukan takbir raya tiga kali
  • Salam dan bersalaman antar jamaah
  • Berbagi makanan atau mengunjungi tetangga

Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan ibadah berjalan lancar, sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan.

Dengan mengikuti panduan ini, umat Muslim dapat merayakan Idul Fitri 2026 secara khusyuk sekaligus berkontribusi pada pembangunan toleransi beragama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.