Media Kampung – 22 Maret 2026 | Menjelang hari raya Idul Fitri, umat Islam di seluruh Indonesia kembali mempersiapkan salat Idul Fitri sebagai bentuk rasa syukur atas puasa Ramadhan. Kementerian Agama menegaskan pentingnya melaksanakan shalat tersebut dengan niat yang sah dan mengikuti tata cara yang telah ditetapkan.
Niat salat Idul Fitri harus diucapkan dalam hati, menyebutkan “Usholli fardhul qiyamah Idul Fitri raka’atain lillahi ta’ala” sebagai penegasan tujuan ibadah. Pengucapan niat secara lisan tidak diwajibkan, namun memperjelas maksud dapat membantu konsentrasi selama rakaat.
Salat Idul Fitri dilaksanakan dua rakaat, dimulai dengan takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca Surat Al‑Fatihah dan surat pendek, kemudian ruku’, sujud, dan tasyahhud. Setelah salam, jamaah biasanya mengucapkan selamat Idul Fitri sambil bersalaman, menegaskan ikatan ukhuwah.
Berikut ini sembilan amalan sunah yang dianjurkan Nabi untuk menambah keberkahan pada hari raya:
- Mengucapkan takbir sebanyak tiga kali setelah shalat selesai.
- Mengunjungi makam keluarga dan sahabat.
- Memberi maaf dan memaafkan secara tulus.
- Menyantuni anak yatim dan fakir miskin.
- Menyantap makanan khas Idul Fitri bersama keluarga.
- Menyantap hidangan berbuka puasa berupa kurma dan air zam-zam.
- Membaca takbiran dan salawat secara berkelanjutan.
- Mengirimkan ucapan selamat melalui pesan singkat atau media sosial.
- Menjalankan shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat Idul Fitri.
Amalan-amalan tersebut tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah perayaan. Praktik salat dan sunah bersama keluarga menjadi momentum refleksi spiritual dan pembaruan niat baik.
Ustaz Ahmad Fauzi, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Jawa Timur, menekankan bahwa melaksanakan sunah secara khusyuk meningkatkan kualitas ibadah. “Jika niat dan pelaksanaan shalat dijalankan dengan keikhlasan, maka keberkahan Idul Fitri akan terasa lebih mendalam,” ujarnya dalam konferensi pers kemarin.
Sejarah mencatat bahwa salat Idul Fitri telah menjadi tradisi sejak masa sahur pertama, menandai akhir Ramadhan dengan kebersamaan dan doa. Masyarakat kini menggabungkan tradisi lama dengan teknologi modern, namun esensi syukur tetap menjadi fokus utama.
Dengan memperhatikan niat, tata cara, dan sunah yang dianjurkan, umat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri secara bermakna, memperkuat ikatan keagamaan, dan menyebarkan berkah kepada seluruh lapisan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan