Media Kampung – 21 Maret 2026 | Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 semakin dekat, memicu persiapan umat Muslim di seluruh dunia untuk menyampaikan selamat dalam beragam bahasa.

Tradisi mengirim ucapan meliputi doa, harapan, serta permohonan maaf, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antar keluarga, sahabat, dan rekan kerja.

Di Indonesia, salam biasanya dipadu dengan frasa Arab “minal aidin wal faidzin” yang berarti harapan kembali ke fitrah, dan “taqabbalallahu minna wa minkum” sebagai doa agar Allah menerima amal semua pihak.

Redaksi media nasional telah mengumpulkan 50 contoh ucapan berbahasa Indonesia lengkap dengan terjemahan Arab, menekankan nilai religius dan kebersamaan yang terkandung dalam setiap kalimat.

Bahasa Inggris juga menjadi pilihan utama untuk menjangkau teman dan kolega internasional, dengan 50 contoh salam yang mencakup variasi singkat, formal, hingga humoris.

Contoh populer adalah “Eid Mubarak! May this day be filled with love and laughter,” yang menggabungkan harapan kebahagiaan dengan nuansa universal.

Daftar tersebut menampilkan salam resmi seperti “Wishing you a blessed and joyful Eid,” serta gaya santai seperti “Keep calm and celebrate Eid,” menunjukkan fleksibilitas penggunaan bahasa.

Selain Indonesia dan Inggris, media lain mengemas 105 ucapan meliputi Bahasa Arab, Jawa, dan Sunda, menambah dimensi lokal pada perayaan.

Dalam bahasa Jawa, salam seperti “Sugeng riyadi, mugi rahayu lan slamet” menyampaikan doa keselamatan dan kebahagiaan secara halus.

Bahasa Sunda menawarkan “Wilujeng Idul Fitri, mugia rahmat Allah ngiringan” yang menekankan rasa syukur dan harapan akan rahmat Ilahi.

Ucapan Arab tetap mempertahankan struktur keagamaan, contohnya “عيد الفطر السعيد، تقبل الله منا ومنكم الصيام والقيام” yang berdoa agar puasa diterima dan hari raya menjadi berkah.

Setiap varian bahasa menambah keunikan personalisasi, sehingga penerima merasakan kedekatan budaya sekaligus nilai universal Lebaran.

Platform digital seperti WhatsApp, Instagram, dan layanan pesan lainnya mencatat lonjakan penggunaan kartu ucapan berbahasa ganda, seringkali didukung desain templat visual yang menarik.

Pakar komunikasi budaya menilai tren multibahasa mencerminkan globalisasi umat Islam, sekaligus upaya melestarikan identitas lokal dalam konteks dunia yang terhubung.

Dengan ragam ucapan yang tersedia, masyarakat dapat menyesuaikan pesan sesuai hubungan, baik formal kepada atasan maupun akrab kepada kerabat.

Keragaman bahasa dalam ucapan Idul Fitri menegaskan semangat persatuan sekaligus penghargaan atas kekayaan budaya, memperkuat nilai maaf dan kebersamaan menjelang hari raya.

Seiring Lebaran mendekat, pilihan salam yang beragam mengingatkan bahwa meski berbahasa berbeda, inti perayaan tetap satu: memohon ampunan, merayakan kemenangan, dan mempererat ikatan sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.