Media Kampung – 21 Maret 2026 | Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyerukan kepada tokoh agama untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh perbedaan tanggal Idulfitri 1447 H.

Seruan tersebut disampaikan setelah beliau memimpin salat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat, 20 Maret 2026.

Organisasi telah menetapkan bahwa 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sedangkan Kementerian Agama menetapkan Hari Raya pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hasil sidang isbat.

Haedar menegaskan Indonesia mampu bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan kalender, dan warga tidak perlu mencari argumen untuk membenarkan diri atas pihak lain.

Ia menolak praktik “menandai” atau mempertegas perbedaan karena keberagaman metode perhitungan sudah menjadi hal yang lumrah.

Pemimpin organisasi juga mengajak kalangan elite nasional menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kedamaian selama perayaan.

Menurutnya, umat harus memprioritaskan khusyuk ibadah dan meningkatkan kualitas diri, bukan terjebak dalam perdebatan tanggal.

Haedar menambah, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, keduanya tetap dapat menumbuhkan kesalehan jiwa dan pikiran.

Sementara itu, pejabat senior PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa perbedaan tanggal tidak berarti ketidaktaatan terhadap pemerintah.

Muhadjir menegaskan bahwa semua pihak yang merayakan pada kedua hari tetap taat pada keputusan negara, dan isu ini bersifat metodologis semata.

Ia menyinggung konsep tajdid dalam kebijakan keagamaan Muhammadiyah dan dukungan pada kalender Islam global tunggal, mengacu pada konsensus Turki 2016.

Kedua pemimpin menekankan bahwa perbedaan hisab telah lama ada di antara organisasi Islam di Indonesia, dan tidak perlu dipolitisasi.

Mereka menyerukan dialog terbuka dan kajian ilmiah untuk mewujudkan kalender Islam global tunggal yang dapat menghindari sengketa serupa di masa depan.

Pernyataan tersebut muncul menjelang Lebaran, saat otoritas mengantisipasi perayaan damai terlepas dari perbedaan tanggal.

Pesan tersebut mencerminkan upaya Muhammadiyah memperkuat toleransi dan kohesi sosial dalam momen penting bagi masyarakat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.