Media Kampung – 18 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan serangkaian skenario khusus guna memastikan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berlangsung aman dan harmonis meski jadwalnya beririsan. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa tidak ada indikasi potensi konflik signifikan, namun langkah antisipatif tetap diperlukan untuk menghindari gesekan, terutama pada kegiatan yang melibatkan massa.
Penyesuaian Jadwal Upacara
Untuk meminimalkan benturan waktu, pemerintah menetapkan pawai ogoh-ogoh pada 18 Maret, satu hari sebelum takbiran pada 19 Maret yang bersamaan dengan malam Nyepi. Dengan penjadwalan ini, umat Hindu dapat melaksanakan tradisi Nyepi tanpa gangguan, sementara umat Islam tetap dapat melaksanakan takbiran pada malam yang sama. Jika Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, otoritas provinsi akan menambahkan beberapa pengaturan, antara lain pembatasan volume pengeras suara selama takbiran dan penyesuaian rute pawai agar tidak melintasi kawasan permukiman Hindu yang sedang menjalankan ritual Nyepi.
Koordinasi Lintas Agama dan Keamanan
Kerjasama antarumat beragama menjadi fokus utama dalam skenario tersebut. Pemerintah menginstruksikan penyelenggara pawai takbiran dan ogoh-ogoh untuk berkoordinasi secara intensif, termasuk penyusunan rute yang tidak saling tumpang tindih serta penetapan zona aman di sekitar lokasi upacara. Tim keamanan provinsi, bersama aparat kepolisian, akan menempatkan pos pengamanan di titik-titik strategis dan melakukan patroli intensif selama periode perayaan.
Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Ketua FKUB NTB, TGH Buya Syubki Al Sasaki, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menyebarkan informasi yang menenangkan dan menghindari provokasi. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati dan komunikasi terbuka antara komunitas Hindu dan Islam sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial. Buya Syubki menambahkan bahwa kondisi NTB tetap kondusif berkat kesadaran bersama akan nilai toleransi yang telah lama dijunjung.
Harapan Pemerintah dan Masyarakat
Gubernur Iqbal mengungkapkan optimisme bahwa NTB dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengelola perayaan keagamaan bersamaan tanpa menimbulkan konflik. Ia menegaskan bahwa kesiapan teknis, koordinasi lintas sektoral, serta dukungan aktif masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah juga berencana melakukan evaluasi pasca perayaan untuk menilai efektivitas skenario dan memperbaiki prosedur bila diperlukan.
Dengan persiapan matang, diharapkan perayaan Nyepi dan Idul Fitri di NTB tahun 2026 dapat berlangsung dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebersamaan, memperkuat citra provinsi sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








