Media Kampung – 17 Maret 2026 | Hari raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan kebahagiaan, melainkan momentum untuk meneladani tindakan Nabi Muhammad SAW. Empat kegiatan utama yang dilakukan Rasulullah pada hari kemenangan ini menjadi pedoman bagi umat Islam untuk mengisi hari raya dengan ibadah yang bernilai pahala.

Takbir Malam Terakhir Ramadan hingga Pagi Idul Fitri

Rasulullah mengumandangkan takbir mulai dari malam terakhir Ramadan hingga terbitnya fajar Idul Fitri. Praktik ini menegaskan rasa syukur atas petunjuk Allah yang disampaikan dalam Surat Al‑Baqarah ayat 185. Takbir dapat dibaca di rumah, masjid, atau di jalan, selama tidak mengganggu ketertiban umum. Pengulangan takbir sepanjang malam menambah semangat kebersamaan dan meneguhkan niat untuk memulai hari baru dengan pengagungan kepada Sang Pencipta.

Berpakaian dan Berhias dengan Pakaian Terbaik

Dalam rangka menyambut Idul Fitri, Nabi SAW menyiapkan penampilan terbaik. Ia memotong kuku, menyisir rambut, merapikan bulu wajah, dan menggunakan wewangian. Selain kebersihan, beliau mengenakan pakaian paling baik yang dimiliki, tidak harus baru, asalkan bersih, rapi, dan layak dipertunjukkan. Kebiasaan ini menegaskan pentingnya tampil pantas pada hari raya tanpa menimbulkan beban finansial, sekaligus memelihara adab berbusana dalam Islam.

Makan Kurma Ganjil Sebelum Salat Idul Fitri

Rasulullah mengajarkan makan kurma dalam jumlah ganjil sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Hadis Shahih dari Ahmad dan Bukhari menyebutkan Nabi memakan kurma tiga atau lima butir sebagai tanda bahwa puasa Ramadan telah berakhir dan tidak ada lagi kewajiban berpuasa pada hari tersebut. Praktik ini menjadi sunnah yang mudah diikuti, sekaligus mengembalikan energi setelah sebulan menahan diri.

Silaturahmi dengan Keluarga dan Sahabat

Setelah salat Idul Fitri, Nabi SAW menekankan pentingnya bersilaturahmi. Ia mengunjungi keluarga, sahabat, dan tetangga untuk saling memaafkan, mempererat hubungan, dan menyebarkan kebahagiaan. Silaturahmi pada hari kemenangan menjadi sarana menegakkan ukhuwah Islamiyah serta menambah pahala bagi yang melakukannya. Kunjungan tersebut dapat dilakukan dengan salam, tukar‑kirim makanan, atau sekadar berbincang hangat.

Dengan meneladani empat amalan tersebut—takbir sepanjang malam, berpakaian rapi, makan kurma ganjil sebelum shalat, serta mempererat silaturahmi—umat Islam dapat merayakan Idul Fitri secara lebih bermakna. Praktik sunah Rasulullah tidak hanya memperindah suasana raya, tetapi juga meningkatkan nilai spiritual dan sosial pada hari kemenangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.