Media Kampung – 11 Maret 2026 | Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan beragam skenario untuk keberangkatan jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah. Arahan ini datang langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama.

  • Rute penerbangan alternatif: Mengingat potensi pembatasan ruang udara akibat konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat‑Israel, Kementerian Agama menyiapkan jalur selatan serta rute lintas Afrika sebagai opsi pengganti jalur tradisional.
  • Penundaan keberangkatan: Jika situasi keamanan semakin memburuk, kementerian dapat menunda keberangkatan, serupa kebijakan yang diambil pada masa pandemi COVID‑19.
  • Pengaturan akomodasi dan logistik: Penyesuaian tempat penampungan, transportasi darat, dan fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi optimal bagi jemaah.

Jadwal resmi menyebutkan bahwa rombongan pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan berangkat pada pertengahan April 2026. Total estimasi jemaah tahun ini mencapai 221.000 orang yang akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Dengan persiapan skenario yang fleksibel, Kementerian Agama berupaya mengantisipasi dinamika geopolitik sambil tetap menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi warga negara Indonesia.