Usai sahur dan menunaikan shalat Subuh, rasa kantuk kerap membuat sebagian umat Islam memilih kembali ke tempat tidur. Padahal, waktu selepas Subuh menyimpan banyak peluang ibadah yang bernilai pahala besar, khususnya di bulan Ramadhan.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsad Hidayat menjelaskan, memang terdapat waktu terlarang untuk melaksanakan shalat sunnah setelah Subuh hingga masuk waktu Dhuha. Namun, bukan berarti waktu tersebut kosong dari ibadah. Ada sejumlah amalan yang tetap bisa dilakukan dan sangat dianjurkan.
Berikut beberapa ibadah yang dapat dikerjakan setelah shalat Subuh selama Ramadhan:
1️⃣ Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah utama yang dapat dilakukan kapan saja. Namun, waktu Subuh memiliki keistimewaan tersendiri sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Dalam Surah Al-Isra ayat 78, Allah SWT berfirman bahwa shalat Subuh itu “masyhūdan” (disaksikan). Para mufassir seperti Al-Tabari dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksudnya adalah disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.
Penjelasan ini diperkuat oleh hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, bahwa para malaikat berkumpul saat shalat Subuh dan Ashar.
Karena itu, membaca Al-Qur’an setelah Subuh bukan hanya diperbolehkan, tetapi termasuk waktu yang penuh keberkahan.
2️⃣ Berdzikir Hingga Matahari Terbit
Selain tilawah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir setelah Subuh. Dalam kitab Al-Adzkar, Al-Nawawi menganjurkan memperbanyak dzikir di waktu pagi.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW apabila selesai shalat Subuh, beliau duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit.
Tradisi para salaf pun menunjukkan kebiasaan mereka berdzikir hingga terbit matahari. Waktu pagi menjadi momentum yang sangat baik untuk beristighfar, berdoa, dan mengingat Allah sebelum memulai aktivitas harian.
3️⃣ Melakukan I’tikaf
I’tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah juga dapat dilakukan setelah Subuh. Hukumnya sunnah dan tidak terbatas hanya pada bulan Ramadhan, meski pelaksanaannya lebih dianjurkan pada sepuluh malam terakhir.
Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, Rasulullah SAW menganjurkan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mencari Lailatul Qadar.
Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui, umat Islam dianjurkan memaksimalkan ibadah di seluruh waktu Ramadhan, termasuk selepas Subuh.
4️⃣ Sedekah di Waktu Pagi
Istilah “sedekah Subuh” memang tidak disebut secara eksplisit dalam hadis. Namun, terdapat dalil kuat mengenai keutamaan bersedekah di waktu pagi.
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, disebutkan bahwa setiap pagi dua malaikat turun dan salah satunya berdoa agar Allah mengganti harta orang yang bersedekah.
Hal ini diperkuat oleh firman Allah dalam Q.S. Saba ayat 39 yang menegaskan bahwa setiap harta yang diinfakkan akan diganti oleh Allah SWT dengan cara terbaik menurut kehendak-Nya.
Dengan demikian, sedekah bukanlah kerugian, melainkan investasi kebaikan yang mendatangkan manfaat dunia dan akhirat.
🌙 Manfaatkan Waktu Emas Setelah Subuh
Waktu selepas shalat Subuh bukanlah waktu kosong. Meski ada larangan shalat sunnah tertentu hingga Dhuha, banyak ibadah lain yang bisa dilakukan, mulai dari membaca Al-Qur’an, berdzikir, i’tikaf, hingga bersedekah.
Daripada kembali tidur, memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah akan membuat Ramadhan lebih bermakna dan penuh keberkahan.(SY)










Tinggalkan Balasan