Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan adalah mandi sebelum memasuki hari pertama puasa.
Di sejumlah daerah di Indonesia, tradisi ini dikenal dengan istilah padusan, yaitu mandi besar sebagai bentuk penyucian diri sebelum menyambut Ramadan. Meski telah lama dipraktikkan, penting untuk memahami bahwa mandi wajib sebelum puasa bukanlah syarat sahnya puasa.
Apakah Mandi Wajib Sebelum Puasa Itu Wajib?
Secara hukum fikih, seseorang tetap sah menjalankan puasa meskipun belum mandi wajib di malam hari, selama ia telah berniat sebelum fajar dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi junub saat fajar tidak otomatis membatalkan puasa.
Meski demikian, para ulama menganjurkan agar orang yang memiliki hadas besar segera mandi sebelum waktu Subuh. Tujuannya bukan untuk mensahkan puasa, melainkan agar dapat melaksanakan ibadah lain seperti shalat Subuh dalam keadaan suci.
Perbedaan Mandi Sunnah dan Mandi Wajib
Istilah “mandi sebelum puasa Ramadan” sering kali merujuk pada dua hal:
- Mandi sunnah sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.
- Mandi wajib (mandi besar) bagi orang yang dalam keadaan junub atau hadas besar.
Mandi wajib dilakukan apabila seseorang mengalami hadas besar, seperti:
- Keluar air mani, baik karena mimpi basah maupun sebab lain
- Hubungan suami istri
- Selesai haid
- Selesai nifas
- Masuk Islam (menurut sebagian pendapat ulama)
Sementara mandi sunnah dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kesiapan menyambut bulan suci.
Tata Cara Mandi Wajib
Mandi wajib memiliki tata cara tertentu agar sah menurut syariat. Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat sebelum mulai mandi atau saat air pertama disiramkan.
- Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang kotor dengan tangan kiri.
- Mencuci kembali tangan hingga bersih.
- Berwudu seperti wudu untuk shalat.
- Membasahi rambut hingga ke akar.
- Mengguyur kepala tiga kali.
- Menyiram tubuh bagian kanan tiga kali.
- Menyiram tubuh bagian kiri tiga kali.
- Memastikan seluruh lipatan tubuh terkena air.
Setelah selesai, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk penyempurna ibadah.
Bacaan Niat Mandi
Niat Mandi Sunnah Sebelum Ramadan
Bahasa Arab:
ููููููุชู ุฃูุฏูุงุกู ุงููุบูุณููู ุงููู ูุณููููููู ูููู ูููู ููุฐููู ุงููููููููุฉู ู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ููู ุชูุนูุงููู
Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Wajib karena Hadas Besar
Bahasa Arab:
ููููููุชู ุงููุบูุณููู ููุฑูููุนู ุงููุญูุฏูุซู ุงููุฃูููุจูุฑู ู ููู ุงูููุฌููุงุจูุฉู ููุฑูุถูุง ููููู ุชูุนูุงููู
Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca bersamaan dengan awal penyiraman air ke tubuh
Doa Setelah Mandi
Bahasa Arab:
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููููู ููุญูุฏููู ูุงู ุดูุฑูููู ูููู ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณูููููู ุงููููููู ูู ุงุฌูุนูููููู ู ููู ุงูุชูููููุงุจูููู ููุงุฌูุนูููููู ู ููู ุงููู ูุชูุทููููุฑูููู
Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang senantiasa bertobat dan termasuk golongan orang yang menjaga kesucian diri.”
Mandi sebelum Ramadan pada dasarnya adalah bentuk kesiapan lahir dan batin. Meski bukan syarat sah puasa, banyak umat Islam melakukannya agar lebih tenang dan mantap menyambut bulan yang penuh berkah.
Membersihkan diri secara fisik menjadi simbol penting bahwa kebersihan hati dan niat juga harus disiapkan untuk menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.(SY)









Tinggalkan Balasan