Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari dan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual. Dalam menyambut bulan suci tersebut, khutbah Jumat memiliki peran strategis sebagai sarana pengingat dan refleksi bagi jemaah agar memasuki Ramadhan dengan kesiapan iman dan ketakwaan.
Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu atau Kamis, yakni 18 atau 19 Februari 2026. Menjelang datangnya bulan penuh rahmat itu, para khatib diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan, ringkas, dan menyentuh hati, sehingga jemaah tidak hanya mendengar, tetapi juga meresapi maknanya.
Sejumlah referensi teks khutbah Jumat menyambut Ramadhan 2026 telah disiapkan oleh berbagai lembaga dan tokoh keagamaan. Materi khutbah tersebut umumnya menekankan pentingnya memperbarui niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa.
Dalam khutbah-khutbah tersebut dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT, bulan diturunkannya Al-Qur’an, serta bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar. Selain itu, Ramadhan juga menjadi momentum dibukanya pintu ampunan dan dilipatgandakannya pahala amal kebajikan.
Para khatib juga mengingatkan bahwa inti dari ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan melatih kejujuran, pengendalian diri, serta kepekaan sosial. Puasa disebut sebagai ibadah istimewa karena pahalanya langsung diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankannya dengan penuh keimanan.
Selain persiapan spiritual, khutbah Jumat menjelang Ramadhan 2026 juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan, memperbanyak amal sunnah, meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan infak, serta membekali diri dengan pemahaman ilmu tentang puasa dan ibadah Ramadhan lainnya.
Dengan materi khutbah yang disusun secara sistematis, menggunakan bahasa yang jelas dan bernuansa religius, diharapkan pesan yang disampaikan dapat menjadi penguat bagi jemaah dalam menyambut Ramadhan dengan rasa syukur dan kegembiraan. Para khatib pun diimbau memilih teks khutbah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan jemaah agar Ramadhan 1447 H dapat dijalani dengan lebih bermakna.(sy)

















Tinggalkan Balasan