Di banyak kampung dan sudut kota, malam pertengahan Syaban sering terasa lebih hening dari biasanya. Masjid mulai ramai selepas Magrib, lantunan doa terdengar lirih, dan sebagian orang memilih menepi dari hiruk pikuk dunia.
Malam itulah yang dikenal sebagai Malam nisfu syaban 2026, momen yang oleh umat Islam dipercaya sebagai waktu penuh keberkahan, ampunan, dan kesempatan menata ulang hati sebelum memasuki bulan Ramadan.
Apa Itu Nisfu Syaban dan Mengapa Dianggap Istimewa
Secara sederhana, Nisfu berarti pertengahan, sedangkan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Nisfu Syaban jatuh tepat pada tanggal 15 Syaban, yang oleh banyak ulama dipandang sebagai momentum muhasabah atau evaluasi diri.
Bulan Syaban sendiri kerap disebut sebagai “bulan persiapan” menuju Ramadan. Karena itu, pertengahannya menjadi waktu yang pas untuk menimbang kembali hubungan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri.
Di tengah perbedaan pandangan ulama terkait keutamaan khusus malam ini, satu hal yang disepakati: memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi selalu bernilai kebaikan.
Banyak orang baru benar-benar merasakan makna Nisfu Syaban justru ketika menjalaninya dalam keheningan, bukan keramaian.
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Dilaksanakan
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan 20 Januari 2026. Dengan perhitungan tersebut, tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Artinya, Malam Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak Magrib Senin, 2 Februari 2026, hingga sebelum Magrib keesokan harinya.
Pada rentang waktu inilah umat Islam biasanya mengisi malam dengan doa bersama, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, atau sekadar duduk diam merenungi perjalanan hidup.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban Menurut Tradisi Umat
Dalam berbagai riwayat, malam Nisfu Syaban sering dikaitkan dengan terbukanya pintu ampunan Allah SWT, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan kebencian, permusuhan, atau kesyirikan.
Lebih dari sekadar soal pengampunan, malam ini kerap dimaknai sebagai titik balik. Banyak orang menjadikannya momen untuk memaafkan, memperbaiki niat, dan menata ulang langkah hidup.
Di tingkat masyarakat, Nisfu Syaban juga sering menjadi pengingat kolektif bahwa Ramadan kian dekat dan hati perlu disiapkan, bukan hanya fisik.
Doa Nisfu Syaban yang Biasa Dibaca
Salah satu amalan yang paling sering dilakukan adalah membaca doa Nisfu Syaban. Doa ini berisi permohonan ampunan, kelapangan rezeki, perlindungan dari bala, serta harapan agar dicatat sebagai hamba yang diberi kebaikan dan keberkahan hidup.
Doa tersebut umumnya dibaca setelah Magrib atau Isya, baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri, sesuai kebiasaan masing-masing daerah.

Latin:
Allฤhumma yฤ ลผal-manni wa lฤ yamunnu ‘alaik, yฤ ลผal-jalฤli wal-ikrฤm, yฤ ลผaแนญ-แนญauli wal-in’ฤm, lฤ ilฤha illฤ anta, แบahral-lฤji’ฤซn, wa jฤral-mustajฤซrฤซn, wa amฤnal-khฤ’ifฤซn. Allฤhumma in kunta katabtani ‘indaka fฤซ ummil-kitฤbi shaqiyyan aw maแธฅrลซman aw maแนญrลซdan aw muqtaran ‘alayya fir-rizqi, famแธฅu Allฤhumma bifaแธlika fฤซ ummil-kitฤbi shaqฤwatฤซ wa แธฅirmฤnฤซ wa แนญardฤซ wa iqtฤra rizqฤซ, wa athbitnฤซ ‘indaka fฤซ ummil-kitฤbi sa’ฤซdan marzลซqan muwaffaqan lil-khairฤt. Fa innaka qulta wa qawluka al-แธฅaqq fฤซ kitฤbikal-munzali ‘alฤ nabiyyikal-mursal: yamแธฅullฤhu mฤ yashฤ’u wa yuthbitu wa ‘indahลซ ummul-kitฤb. Ilฤhฤซ bit-tajallฤซl-a’แบam fฤซ laylatin-niแนฃfi min shahri Sha’bฤnal-mukarram allatฤซ yufraqu fฤซhฤ kullu amrin แธฅakฤซm, wa yubram. Iแนฃrif ‘annฤซ minal-balฤ’i mฤ a’lamu wa mฤ lฤ a’lam, wa anta ‘allฤmul-ghuyลซb, biraแธฅmatika yฤ arแธฅamar-rฤแธฅimฤซn. Wa แนฃallallฤhu ‘alฤ sayyidinฤ Muแธฅammad wa ‘alฤ ฤlihฤซ wa แนฃaแธฅbihฤซ wa sallam. ฤmฤซn.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syaban 2026
Tidak ada ibadah wajib khusus di malam Nisfu Syaban. Namun, sejumlah amalan berikut lazim dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT:
- Memperbanyak istighfar, sebagai inti dari muhasabah dan permohonan ampun.
- Membaca Al-Qur’an, tanpa batasan surat atau jumlah ayat.
- Melaksanakan shalat sunnah, baik sendiri maupun berjamaah.
- Memperbanyak doa, khususnya terkait kesehatan, keluarga, rezeki, dan keteguhan iman.
- Memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf dan mengikhlaskan kesalahan orang lain.
Di banyak keluarga, malam ini juga dimanfaatkan untuk saling mengingatkan agar tidak menyimpan dendam menjelang Ramadan.
Menjadikan Nisfu Syaban Lebih dari Sekadar Tradisi
Malam Nisfu Syaban 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah jeda. Ruang sunyi untuk berhenti sejenak dari kesibukan, lalu bertanya pada diri sendiri: sudah sejauh mana kita mempersiapkan hati?
Di tengah dunia yang bergerak cepat, malam ini mengajak kita melambat, menunduk, dan kembali pada tujuan awal hidup menjadi manusia yang lebih sadar, lebih bersih, dan lebih siap menyambut bulan suci.


















Tinggalkan Balasan