Banyuwangi – Memasuki pekan ketiga Januari 2026, masyarakat Jawa yang masih setia menggunakan penanggalan Jawa dan Hijriah mulai memasuki fase penting dalam kalender Islam. Pada pekan inilah terjadi peralihan dari bulan Rajab menuju bulan Sya’ban, masa yang kerap dimaknai sebagai waktu persiapan spiritual menjelang Ramadan.
Pekan ketiga ini dimulai pada Ahad Kliwon, 18 Januari 2026, dan berakhir pada Ahad Pahing, 25 Januari 2026, dengan rangkaian hari yang memiliki padanan dalam kalender Masehi, Hijriah, dan pasaran Jawa.
Berdasarkan kalender Hijriah resmi yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Sya’ban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa Pahing, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, dua hari pertama pekan ketiga Januari masih berada di penghujung bulan Rajab, sebelum memasuki bulan Sya’ban yang dikenal sebagai bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.
Bagi umat Islam, Sya’ban sering dimanfaatkan sebagai momentum memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, dan mempersiapkan diri secara lahir maupun batin sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
Rincian Kalender Jawa Pekan Ketiga Januari 2026
Dalam hitungan kalender Jawa yang memadukan unsur Masehi, Hijriah, dan pasaran, berikut rincian hari selama pekan ketiga Januari 2026:
- Ahad Kliwon, 18 Januari 2026 – 29 Rajab 1447 H
- Senin Legi, 19 Januari 2026 – 30 Rajab 1447 H
- Selasa Pahing, 20 Januari 2026 – 1 Sya’ban 1447 H
- Rabu Pon, 21 Januari 2026 – 2 Sya’ban 1447 H
- Kamis Wage, 22 Januari 2026 – 3 Sya’ban 1447 H
- Jumat Kliwon, 23 Januari 2026 – 4 Sya’ban 1447 H
- Sabtu Legi, 24 Januari 2026 – 5 Sya’ban 1447 H
- Ahad Pahing, 25 Januari 2026 – 6 Sya’ban 1447 H
Rangkaian hari ini menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang masih memadukan perhitungan pasaran Jawa dengan kalender Islam dalam aktivitas keseharian.
Makna Filosofis dalam Tradisi Jawa
Dalam konteks budaya Jawa, pergantian dari Rajab ke Sya’ban tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan tanggal. Rajab dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan, sementara Sya’ban dipandang sebagai masa pemantapan spiritual sebelum memasuki Ramadan.
Tradisi Jawa juga memberi perhatian khusus pada kombinasi hari dan pasaran dalam menentukan waktu kegiatan, mulai dari kenduri, pertemuan keluarga, hingga agenda adat dan keagamaan. Karena itu, perubahan bulan ini kerap dijadikan bahan pertimbangan dalam merancang berbagai aktivitas.
Panduan Spiritual dan Adat Masyarakat
Bagi masyarakat yang menjadikan kalender Jawa sebagai pedoman spiritual maupun adat, pekan ketiga Januari 2026 menjadi momen penting untuk menyelaraskan rencana ibadah dan kegiatan sosial. Pengetahuan tentang peralihan Rajab ke Sya’ban membantu menjaga harmoni antara ajaran Islam dan kearifan lokal yang telah diwariskan lintas generasi.
Dengan memahami hitungan kalender ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menyambut fase-fase penting dalam kalender keagamaan sekaligus menjaga tradisi budaya yang masih hidup hingga kini.


















Tinggalkan Balasan