Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah.
Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal hidup di dunia dan akhirat.
Pada hari Jumat yang mulia ini, kita berada dalam suasana peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa agung yang menjadi tonggak ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu.
Isra Miraj bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa, tetapi peristiwa penegasan bahwa shalat adalah ibadah utama yang langsung diperintahkan Allah SWT kepada Rasul-Nya tanpa perantara.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
(QS. Thaha: 14)
Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani. Shalat adalah mi’rajnya orang beriman, sarana mengadu, memohon pertolongan, serta membersihkan hati dari kelalaian dunia.
Namun, realitas hari ini menunjukkan banyak di antara kita yang masih lalai menjaga shalat. Shalat sering ditunda, dilakukan tergesa-gesa, bahkan ditinggalkan karena urusan dunia.
Padahal, Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.”
(HR. Abu Dawud)
Jika shalat kita baik, maka baik pula seluruh amal lainnya. Namun jika shalat rusak, maka rusak pula amal yang lain.
Ma’asyiral muslimin,
Isra Miraj mengajarkan bahwa untuk “naik” mendekat kepada Allah, hati harus bersih, iman harus kuat, dan shalat harus dijaga. Shalat yang khusyuk akan melahirkan akhlak yang baik, menahan diri dari perbuatan keji dan mungkar, serta menenangkan jiwa di tengah beratnya kehidupan.
Khutbah Kedua
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Marilah kita kembali memperbaharui ketakwaan kita dengan memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat lima waktu.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan momentum Isra Miraj ini sebagai titik balik untuk:
- Menjaga shalat tepat waktu
- Memperbaiki kekhusyukan shalat
- Mengajak keluarga dan anak-anak mencintai shalat
- Menjadikan shalat sebagai pedoman hidup
Ingatlah, shalat bukan hanya ritual, tetapi benteng moral, cahaya hidup, dan jalan keselamatan.
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa.
Allahumma-ghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat.
Ya Allah, perbaikilah shalat kami, luruskan niat kami, kuatkan iman kami, dan jadikan kami hamba-hamba-Mu yang istiqamah.
Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idh hadaytana, wa hab lana milladunka rahmah.
Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

















Tinggalkan Balasan