Masjid Lama Gang Bengkok di Kota Medan kembali menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai cagar budaya. Berusia 151 tahun, bangunan bersejarah ini tetap berdiri kokoh dengan ciri khas yang memadukan arsitektur Tionghoa dan Melayu—jejak kolaborasi saudagar Tiongkok Tjong A Fie dan Datuk H. Muhammad Ali pada masa pendiriannya. Dominasi warna kuning dan hijau membuat masjid ini semakin mencolok, sekaligus menjadi ruang ibadah yang mampu menampung hingga 2.000 jamaah.
Nama masjid yang kini populer di kalangan warga Medan ini ternyata bukan hasil penetapan resmi. Salah satu pengurus masjid, Shilmi, menuturkan bahwa masyarakat menyebutnya sebagai Masjid Lama Gang Bengkok karena berada di lekukan jalan. Sebutan itu akhirnya melekat dan digunakan hingga sekarang.
Masjid ini juga memiliki fasilitas perpustakaan yang dibangun pada masa Wali Kota Abdillah. Dulu, perpustakaan ramai dikunjungi warga yang membaca buku sambil menunggu waktu salat, namun kini aktivitas tersebut berkurang. Shilmi menyebut kebiasaan membaca di masjid mulai jarang terlihat karena banyak warga lebih memilih duduk di kedai kopi. Selain itu, terdapat aula berukuran 9×9 meter yang dibangun dari dana infak sekitar tahun 2010, digunakan untuk berbagai kegiatan non-ibadah seperti pertemuan peneliti atau makan bersama.
Meski telah mengalami beberapa renovasi, struktur asli masjid tetap dijaga. Perubahan hanya dilakukan pada bagian lantai dan dinding, sementara bentuk bangunan tidak diperbolehkan diubah. Dahulu, dinding dihiasi ukiran bunga yang kemudian diperbaiki pada tahun 1980-an karena pelapukan. Bagian langit-langit masjid menampilkan desain lingkaran yang saling berkaitan sebagai simbol persatuan. Menurut Shilmi, pola tersebut menggambarkan harapan agar siapa pun yang datang ke masjid tetap terikat dalam ikatan ukhuwah yang kuat.
Sejumlah peninggalan dari masa lampau masih tersimpan utuh, seperti mimbar khatib, mimbar muazzin, jam lemari, hingga sumur tua berusia lebih dari satu abad yang masih berfungsi dan tidak pernah terpengaruh banjir. Di bagian tengah masjid terdapat delapan tiang, masing-masing empat di sisi kanan dan kiri, melambangkan kepercayaan bahwa masjid ini akan didatangi dari delapan penjuru mata angin.
Sebagai salah satu ikon sejarah Islam di Medan, Masjid Lama Gang Bengkok tetap menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan. Pesonanya bukan hanya pada arsitektur kuno yang unik, tetapi juga nilai sejarah yang terus hidup di tengah masyarakat. (balqis).
















