Umat Muslim mengenal sebuah ajaran Rasulullah SAW tentang dua kalimat dzikir yang dianggap sangat istimewa. Kalimat ini disebut ringan diucapkan, namun memiliki bobot pahala besar di timbangan amal. Ajaran tersebut kembali menjadi pembahasan karena beberapa literatur klasik menegaskan keutamaan luar biasa dari dua kalimat tasbih dan tahmid ini.

Dalam sejumlah kitab yang membahas amalan harian, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menerangkan adanya dua kalimat yang disukai Allah SWT dan memberikan pahala besar bagi yang mengucapkannya. Penjelasan itu termuat dalam sebuah riwayat yang disampaikan Abu Hurairah, di mana ia meriwayatkan bahwa Nabi menyebut dua kalimat tersebut sebagai ucapan yang ringan, tetapi sangat bernilai di sisi Allah. Lafadz yang dimaksud adalah “Subhanallahil azhim” dan “Subhanallah wabihamdihi.”

Literatur lain, seperti karya Ibnul Jauzi dalam Bustan al-Wa’izhin, juga menguatkan riwayat serupa. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kedua kalimat tasbih dan tahmid ini bukan hanya ringan dilafalkan, tetapi juga termasuk amalan yang dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih. Riwayat itu kembali disampaikan melalui Abu Hurairah yang menegaskan keutamaan dua dzikir singkat tersebut.

Masih dalam sumber yang sama, terdapat kisah seorang laki-laki yang datang meminta pengajaran kepada Rasulullah SAW tentang amalan yang dapat memasukkannya ke surga dan menjauhkannya dari neraka. Rasulullah SAW kemudian memberi arahan berupa dua kalimat dzikir yang mudah diucapkan dan sangat besar nilainya. Beliau menjelaskan bahwa kedua kalimat tersebut mendatangkan keridaan Allah serta menjadi sebab seseorang semakin dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Kalimat yang dimaksud adalah “Subhanallah walhamdulillah.”

Dua bacaan tasbih dan tahmid yang dijelaskan Rasulullah SAW antara lain:

  1. Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil azhim
    Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
  2. Subhanallah walhamdulillah
    Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah.”

Kedua dzikir ini menjadi bagian dari amalan sederhana yang dapat dilakukan kapan saja. Meski singkat, ajaran Rasulullah SAW menegaskan bahwa nilai pahala yang terkandung di dalamnya sangat besar dan disukai oleh Allah SWT. Amalan ringan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu membutuhkan usaha berat, selama dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh keimanan. (selsy).