Media Kampung – 22 Maret 2026 | Pada Sabtu 21 Maret 2026, otoritas keagamaan di tiga kota utama Jawa dan Bali mengeluarkan jadwal resmi salat lima waktu, hasil kompilasi Badan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Jadwal tersebut dimaksudkan untuk membantu umat melaksanakan ibadah tepat waktu dan menghindari kebingungan.

Di Cirebon, imsak dimulai pukul 04:25 WIB, Subuh 04:35, terbit 05:47, Dhuha 06:14, Zuhur 11:57, Asar 15:07, Maghrib 17:58, dan Isya 19:07. Waktu‑waktu ini diambil dari perhitungan astronomi yang disesuaikan dengan posisi geografis kota.

Surabaya menerima jadwal serupa dengan sedikit perbedaan; imsak tercatat pada 04:08 WIB, Subuh 04:18, terbit 05:30, Dhuha 05:57, Zuhur 11:40, Asar 14:52, Maghrib 17:43, dan Isya 18:52. Perbedaan beberapa menit mencerminkan letak longitude yang lebih timur dibanding Cirebon.

Denpasar, menurut laporan Balipost, mengumumkan jadwal yang selaras dengan standar nasional, dengan Subuh sekitar 04:30 WIB dan Isya mendekati 19:00 WIB. Meskipun tidak mencantumkan semua nilai menit secara rinci, otoritas setempat menegaskan bahwa jadwal tersebut mengikuti perhitungan Bimas Islam.

Setiap waktu salat ditentukan oleh posisi matahari: Subuh dimulai setelah cahaya fajar memudar, Dhuha muncul sesudah terbit, sementara Maghrib menandai terbenamnya matahari. Penentuan yang akurat penting untuk menyesuaikan kegiatan harian masyarakat.

Al‑Qur'an menekankan pentingnya menjaga salat tepat waktu, menyebut orang yang memelihara salat mereka sebagai pewaris surga. Ayat tersebut menegaskan bahwa keberkahan dunia dan akhirat bergantung pada disiplin ibadah.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah SAW menyatakan bahwa amal terbaik adalah salat pada waktunya. Pernyataan ini menjadi landasan moral bagi umat untuk menghormati jadwal yang telah ditetapkan.

Para pemuka agama menasihati umat untuk memanfaatkan jadwal resmi sebagai acuan dalam mengatur pekerjaan, sekolah, dan kegiatan sosial, terutama menjelang bulan Ramadan ketika waktu imsak dan maghrib menjadi penentu sahur dan berbuka. Ketepatan waktu salat dianggap bagian integral dari persiapan berpuasa.

Penerbitan serentak jadwal di Cirebon, Surabaya, dan Denpasar menunjukkan koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, memastikan konsistensi informasi bagi jutaan Muslim di wilayah tersebut. Upaya ini diharapkan menurunkan potensi kesalahan perhitungan yang dapat mengganggu ibadah.

Menjelang matahari terbenam, umat di ketiga kota diingatkan untuk menunaikan salat Isya sebelum beristirahat, menutup rangkaian ibadah harian dan mempersiapkan diri untuk hari berikutnya dengan semangat ketaatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.