Media Kampung – 21 Maret 2026 | Salat Idul Fitri akan dilaksanakan pada pagi hari setelah masuknya 1 Syawal, menandai berakhirnya Ramadan.
Mayoritas ulama mazhab Syafi’i sepakat bahwa batas akhir salat Idul Fitri adalah ketika matahari tergelincir (zawal).
Para ulama sepakat pada akhir waktu, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai awalnya; pendapat pertama menyebutkan mulai dari terbitnya matahari namun ditunda hingga matahari naik setinggi satu tombak.
Pendapat kedua menyatakan bahwa waktu awal salat Idul Fitri dimulai ketika matahari sudah naik, tanpa menunggu satu tombak.
KH Mahbub Ma’afi menegaskan bahwa pendapat pertama—dari terbitnya matahari—lebih sahih menurut tradisi Syafi’i.
Di Indonesia, praktik umum memulai salat Idul Fitri sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat.
Jadwal resmi Masjid Istiqlal pada 21 Maret 2026 mencatat pelaksanaan shalat Idul Fitri dimulai pukul 06.30.
Umat yang mengikuti sunnah mandi sebelum shalat dapat melakukannya sejak tengah malam hingga sebelum fajar.
Imam Malik mencatat bahwa sahabat Ibnu Umar mandi keramas sebelum shalat Id, menegaskan keberlanjutan tradisi tersebut.
Tata cara mandi sunnah mencakup niat, mencuci tangan tiga kali, membersihkan kemaluan, berwudhu, menyiram kepala tiga kali, dan membasuh seluruh tubuh.
Niat mandi dapat diucapkan dalam bahasa Arab: “Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ.”
Syekh Ibrahim al‑Baijuri menyatakan bahwa waktu masuknya mandi sunnah adalah pada pertengahan malam.
Beberapa ulama mengizinkan mandi setelah shalat Subuh, menyesuaikan kondisi individu.
Kitab Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi’i mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat Idul Fitri pada waktu yang paling utama, yaitu setelah matahari naik setinggi dua tombak.
Dua tombak kira‑kira setara dengan posisi matahari 15 derajat di atas ufuk timur, memberi cahaya cukup untuk melaksanakan shalat.
Meski fleksibel, banyak masjid di Indonesia menyiapkan rentang waktu antara 06.30 hingga 07.00 untuk mengakomodasi jamaah.
Penyesuaian waktu dipengaruhi oleh faktor geografis, seperti perbedaan zona waktu antara wilayah barat dan timur Indonesia.
Di Sumatera, shalat Idul Fitri biasanya dimulai lebih awal dibandingkan Jawa Timur yang lebih timur.
Keputusan akhir mengenai waktu biasanya ditetapkan oleh otoritas keagamaan setempat, seperti Kementerian Agama atau MUI.
Pemerintah menekankan pentingnya melaksanakan shalat Idul Fitri tepat waktu demi menjaga ketertiban dan memudahkan transportasi.
Warga diharapkan hadir dengan pakaian bersih setelah mandi sunnah, sebagai bentuk kesucian sebelum ibadah.
Setelah shalat selesai, tradisi halal bihalal dimulai, memperkuat silaturahmi antar keluarga.
Di Masjid Istiqlal, halal bihalal biasanya dimulai pukul 08.00, sesudah jamaah selesai shalat.
Beberapa komunitas memilih melaksanakan shalat di lapangan terbuka atau masjid kecil sebelum waktu resmi yang ditetapkan.
Secara keseluruhan, waktu salat Idul Fitri 2026 di Indonesia berkisar antara terbitnya matahari hingga tergelincir, dengan praktik umum pukul 06.30, sementara mandi sunnah dapat dilakukan sejak tengah malam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan