Media Kampung – 29 Maret 2026 | Kebakaran melanda kawasan perumahan di Singkil, Manado pada dini hari Senin, menewaskan 14 rumah yang hangus total.

Warga setempat, Budi Siregar, melaporkan api mulai terlihat sekitar pukul 03.15 WIB dan segera melaporkan kejadian ke petugas.

Empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 03.45 WIB dan memulai upaya pemadaman.

Setelah berjuang selama lebih dari dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 06.00 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa; seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar, mengingat sebagian besar bangunan masih dalam tahap pembangunan.

Kepala Seksi Humas Polres Manado, Kombes Pol. Dedi Pratama, menyatakan penyelidikan penyebab kebakaran masih dalam tahap awal.

Polisi telah memasang police line di sekitar area untuk mengamankan bukti dan mencegah masuknya pihak yang tidak berwenang.

Insiden serupa terjadi seminggu sebelumnya di Desa Sigumpar, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, di mana sebuah rumah semi permanen dan gudang terbakar, menewaskan dua mobil.

Menurut Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, kebakaran di sana terdeteksi pada pukul 04.30 WIB dan dipadamkan pada pukul 06.20 WIB.

Polisi Toba menegaskan penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.

Di Aceh, sebuah rumah milik mantan tenaga pendidik terbakar pada malam Idul Fitri, diduga akibat tindakan sengaja.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue, Ipda Muhammad Kautsar, mengatakan penyelidikan kini fokus pada motif dan pelaku potensial.

Selain rumah, bangunan pendidikan juga menjadi korban; gedung SMP Negeri 4 di Balige, Kabupaten Toba, terbakar pada Jumat lalu.

Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, melaporkan empat unit mobil pemadam berhasil memadamkan api pada pukul 17.00 WIB, mengakibatkan kerugian sekitar Rp 200 juta.

Di Bali, sebuah warung makan di Karangasem terbakar akibat kompor yang lupa dimatikan, menelan kerugian sekitar Rp 25 juta.

Kompol Manggis, Made Suadnyana, menjelaskan kejadian terjadi ketika pemilik warung meninggalkan kompor menyala saat berbelanja di pasar.

Berbagai insiden kebakaran dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan peningkatan risiko kebakaran rumah dan bangunan komersial di wilayah Indonesia.

Pihak pemadam kebakaran mengakui keterbatasan sumber air dan akses di daerah terpencil menjadi tantangan utama.

Pemerintah provinsi Sulawesi Utara berencana memperkuat kapasitas pemadam dengan menambah unit mobil air dan melatih personel.

Ahli kebakaran, Dr. Rina Suryani, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang penanganan kompor dan instalasi listrik yang aman.

Wali Kota Manado, Andi Faisal, mengimbau warga untuk selalu memeriksa peralatan listrik dan memastikan kompor dimatikan sebelum meninggalkan rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Manado, Letkol Inf. Dwi Prasetyo, menegaskan timnya siap merespons setiap laporan kebakaran dalam waktu 15 menit.

Tim forensik kebakaran telah dikerahkan ke Singkil untuk mengumpulkan bukti fisik yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab.

Beberapa LSM setempat mulai menggalang bantuan untuk korban, termasuk penyediaan tenda darurat dan bantuan makanan.

Kerusakan yang meluas berdampak pada perekonomian keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, pihak berwenang berharap dapat mengungkap penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.