Media Kampung – 28 Maret 2026 | Puncak arus balik Lebaran 2026 menandai kedatangan massal penumpang di berbagai simpul transportasi, termasuk Bandara Internasional Kualanamu yang diperkirakan akan menampung sekitar 26 ribu orang.
Data Jasa Marga mencatat 97.303 kendaraan masuk melalui gerbang tol Kualanamu antara 11 hingga 27 Maret, naik 21,54% dibandingkan rata‑rata normal.
Jika diasumsikan rata‑rata penumpang per kendaraan, angka tersebut setara dengan kira‑kira 26.000 penumpang yang diproyeksikan tiba di terminal Kualanamu.
Di Jakarta, Terminal Kampung Rambutan memperkirakan puncak arus balik kedua pada 29 Maret dengan kedatangan sekitar enam ribu orang, menyusul puncak pertama pada 25 Maret yang mencatat 7.114 penumpang.
Saat ini terminal mencatat 2.661 penumpang, terdiri atas 2.101 orang yang datang dari luar kota dan 560 orang yang berangkat ke destinasi lain.
Puncak keberangkatan mudik di terminal tersebut tercapai pada H‑3 Lebaran dengan 5.336 penumpang, meningkat signifikan dibandingkan 3.224 orang pada tahun 2025.
Pelabuhan Bakauheni menyiapkan 25.000 kendaraan untuk menyeberang ke Merak pada malam 28 Maret, menandakan gelombang balik yang kuat dari Sumatra.
Direktur ASDP Heru Widodo melaporkan 620.094 penumpang telah kembali ke Jawa antara 22‑27 Maret, setara 68% dari total pemudik yang berangkat.
Sisa sekitar 32% penumpang diperkirakan akan kembali selama akhir pekan, menambah beban pada jaringan transportasi darat dan udara.
”Seluruh pelayanan di Terminal Kampung Rambutan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” kata Kepala Terminal Revi Zulkarnain.
Heru Widodo menekankan, ”Kami berharap arus balik malam ini dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pemudik.”
Jasa Marga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan aplikasi Travoy untuk informasi lalu lintas secara real‑time.
Seluruh ruas Tol Medan‑Kualanamu‑Tebing Tinggi mencatat 319.629 kendaraan, naik 24,52% dibandingkan volume normal, menggarisbawahi lonjakan mobilitas nasional.
Sepanjang koridor tersebut, 103.894 kendaraan bergerak menuju gerbang tol Kualanamu, meningkat 20,89% atas rata‑rata harian.
Lonjakan kendaraan dan penumpang menambah tekanan pada area parkir bandara, sehingga otoritas menambah layanan shuttle dan petugas keamanan.
Pihak Dinas Perhubungan mengoperasikan zona penyangga dan sistem penundaan di terminal serta pelabuhan untuk mengurai antrean secara teratur.
Hingga kini tidak ada laporan insiden besar; semua fasilitas transportasi melanjutkan operasional tanpa gangguan signifikan.
Dengan lebih dari dua puluh ribu penumpang diproyeksikan tiba di Kualanamu, sementara ribuan lainnya menumpuk di terminal dan pelabuhan, arus balik Lebaran 2026 menunjukkan skala mobilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Situasi ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas moda dan kesiapan infrastruktur untuk mengatasi lonjakan permintaan selama periode libur panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan