Media Kampung – 28 Maret 2026 | Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya pemanfaatan zona penyangga bagi pemudik yang hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kebijakan ini diharapkan menjaga kelancaran arus balik Lebaran 2026 meskipun volume kendaraan naik sekitar 18 persen.

Peningkatan kendaraan terjadi pada hari Jumat, 27 Maret, ketika ribuan mobil dan bus kembali ke jawa timur setelah libur Lebaran. Pemantauan udara dari perbatasan Jawa Timur‑Jawa Tengah hingga banyuwangi menunjukkan kondisi lalu lintas secara umum tetap terkendali.

Polisi setempat telah menyiapkan sejumlah rest area dan buffer zone di sepanjang jalur utama. Ketika terjadi penumpukan, kendaraan diarahkan ke kantong parkir khusus sehingga tidak mengganggu arus utama.

Koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry juga ditingkatkan guna menjamin kesiapan armada penyeberangan. Kapolda menambahkan jumlah kapal yang tersedia cukup untuk menampung lonjakan penumpang dan barang.

Pengawasan dilakukan secara real time menggunakan pesawat pemantau udara. Data menunjukkan bahwa arus balik di Tol Ngawi, Tol Banyuwangi, dan jalur utama lainnya tetap mengalir lancar.

Selain pemudik, peningkatan kendaraan juga dipengaruhi oleh wisatawan yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berlibur ke Bali dan sekitarnya. Kapolda mencatat pola perjalanan ini tidak menimbulkan kemacetan berkelanjutan.

Hingga saat ini, arus balik di Jawa Timur diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen dari total perkiraan. Oleh karena itu, personel Operasi Ketupat Semeru 2026 tetap dikerahkan di titik-titik strategis.

Penempatan personel meliputi jalur tol, kawasan wisata, dan pos penyeberangan. Tugas mereka meliputi pengaturan lalu lintas, pelayanan bantuan, serta pemeriksaan keamanan kendaraan.

Kapolda menekankan pentingnya disiplin waktu perjalanan bagi masyarakat. Ia mengimbau agar tidak kembali secara bersamaan dan memanfaatkan fasilitas istirahat bila terasa lelah.

Rest area yang telah dipersiapkan dilengkapi dengan fasilitas mandi, makanan, dan ruang istirahat. Hal ini diharapkan mengurangi tekanan pada jalan utama selama jam sibuk.

Penggunaan buffer zone juga membantu menurunkan risiko kecelakaan di jalan raya. Dengan memisahkan kendaraan yang menunggu dari aliran utama, peluang terjadinya tabrakan berkurang secara signifikan.

Pihak kepolisian terus memonitor kondisi cuaca dan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi kelancaran arus balik. Sampai kini, tidak ada laporan hambatan signifikan akibat cuaca buruk.

Kapolda menutup dengan harapan bahwa masyarakat dapat melaksanakan mudik dan pulang dengan aman serta tepat waktu. Ia menegaskan kesiapan aparat untuk memberikan layanan maksimal hingga akhir pekan.

Secara keseluruhan, penerapan buffer zone dan koordinasi lintas sektoral menunjukkan efektivitas dalam mengelola lonjakan kendaraan selama periode Lebaran. Kondisi lalu lintas tetap stabil meski terjadi kenaikan volume sebesar 18 persen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.