Media Kampung – 28 Maret 2026 | Pemkot Malang menyiapkan peluncuran monumen Tugu Media Art UNESCO bertepatan dengan peringatan HUT ke-112 pada 1 April 2026.

Monumen tersebut akan ditempatkan di sisi selatan Alun‑Alun Merdeka, berdekatan dengan area playground, dan saat ini masih dilindungi kayu karena berada dalam tahap akhir konstruksi.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa tugu itu menjadi simbol pengakuan internasional atas status Kota Kreatif Dunia di bidang media art yang diberikan UNESCO.

“Kami menyiapkan serangkaian kegiatan mulai dari pra‑HUT hingga puncak perayaan, termasuk peluncuran tugu sebagai representasi kreativitas media art kota kami,” kata Wahyu pada Jumat (27/3).

Konsep monumen telah mendapatkan persetujuan resmi dari UNESCO, menandakan kesesuaian desain dengan standar internasional yang berlaku untuk warisan budaya kreatif.

Pembangunan tugu telah mencapai tahap akhir, namun area sekitarnya masih dibatasi demi keamanan publik dan perlindungan struktur yang belum selesai.

Peluncuran resmi dijadwalkan pada tanggal 1 April 2026, bersamaan dengan hari jadi Kota Malang, untuk memberi makna tambahan pada peringatan tahunan tersebut.

Sebelumnya, pemasangan logo jaringan Kota Kreatif Dunia direncanakan pada pertengahan Februari, namun ditunda agar peluncuran monumen dapat menjadi fokus utama.

Pemerintah kota menekankan pendekatan sederhana tanpa euforia berlebihan, dengan resepsi peringatan yang dibatasi di Gedung Cendrawasih.

“Konsep kami sederhana, selaras dengan identitas Kota Malang, namun tetap bermakna,” tegas Wahyu saat menjelaskan strategi acara.

Kehadiran monumen diharapkan menjadi kebanggaan warga serta penanda capaian Malang di panggung global, terutama karena menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

UNESCO menyatakan bahwa pengakuan sebagai Kota Kreatif Dunia dalam media art menambah nilai budaya dan ekonomi kreatif bagi kota yang menonjolkan inovasi digital.

Pihak pemkot menambahkan bahwa monumen akan dilengkapi dengan instalasi interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi melalui media visual dan suara.

Antisipasi publik terhadap tugu cukup tinggi, mengingat Malang telah mengembangkan ekosistem seni dan teknologi yang mendukung kreativitas generasi muda.

Sebagai bagian dari rangkaian HUT, pemkot juga akan menyelenggarakan pameran karya media art lokal, seminar, dan lokakarya untuk memperkuat jaringan kreatif.

Dengan peluncuran monumen ini, Pemkot Malang berharap dapat memperkuat citra internasional kota serta mendorong pertumbuhan sektor kreatif yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.