Media Kampung – 26 Maret 2026 | Cota Cirebon mencatat intensitas arus balik Lebaran 2026 yang tinggi sekaligus peningkatan signifikan kunjungan wisatawan selama libur panjang.
Di jalur Pantura, hingga pukul 15.00 WIB tercatat 22.629 sepeda motor dan 15.634 mobil melintas, angka ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 47.340 motor dan 32.095 mobil.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, menyatakan bahwa meski volume kendaraan menurun, lalu lintas tetap bergerak lancar tanpa hambatan berarti.
Ia menambahkan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 28‑29 Maret, sehingga koordinasi dengan kepolisian tetap dipertahankan untuk mengantisipasi kepadatan.
Di jalur Kuningan‑Cirebon, Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan mencatat total 38.555 kendaraan, dengan 23.522 motor dan 12.685 mobil yang melintasi wilayah tersebut pada sore hari.
Endang Hermawan, pelaksana lapangan Pos Tugu Ikan Kuningan, menjelaskan bahwa arus kini kondusif dan kecepatan kendaraan telah turun menjadi sekitar 60 unit per menit, namun tetap mengimbau pengendara berhati‑hati terutama di jalan licin.
Pedagang kerupuk di pinggir Pantura melaporkan lonjakan penjualan hingga 50 persen, dengan omzet harian mencapai antara lima hingga enam juta rupiah selama masa arus balik.
Karlina, salah satu penjual, mengatakan bahwa biasanya pendapatan harian hanya satu hingga dua juta rupiah, namun kini meningkat signifikan berkat banyaknya pemudik yang berhenti membeli kerupuk.
Ramadan Eko Saputro, seorang pemudik yang kembali dari Tegal, membeli beragam varian kerupuk melarat, kulit, dan jengkol sebagai oleh‑oleh, menilai rasa Cirebon tak tergantikan di Jakarta.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menunjukkan 44.895 wisatawan domestik dan 18 wisatawan asing mengunjungi enam destinasi utama Cirebon antara 16‑25 Maret.
Wisata Bahari Kejawanan menjadi yang terpopuler dengan 37.343 kunjungan, sementara keraton‑keraton dan Goa Sunyaragi mencatat kunjungan lebih rendah namun tetap signifikan.
Agus Sukmanjaya, kepala Disbudpar, menilai peningkatan ini sebagai sinyal kebangkitan pariwisata daerah dan menantikan daya tarik baru Lumi Land Sunyaragi Cave Park yang dibuka akhir Maret.
Dengan arus balik yang masih ramai dan kunjungan wisata yang melimpah, Cirebon terus menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari pihak berwenang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan