Media Kampung – 26 Maret 2026 | BMKG memperkirakan cuaca di Bali pada Kamis, 26 Maret 2026, akan didominasi hujan dengan variasi intensitas dari ringan hingga sedang serta kemungkinan hujan petir di beberapa daerah. Suhu diperkirakan berfluktuasi antara 20 °C dan 32 °C, sementara kelembapan berada di kisaran 60 % hingga 95 %.
Seluruh pulau diprediksi mengalami curah hujan yang tersebar, sehingga aktivitas luar ruangan sebaiknya disiapkan dengan perlindungan. Wilayah pesisir dan dataran rendah cenderung menerima hujan ringan, sedangkan daerah pegunungan berpotensi menerima curah lebih tinggi.
Kabupaten Badung dan Kota Denpasar masing-masing diproyeksikan mengalami hujan ringan dengan suhu 22‑31 °C dan 23‑31 °C, serta kelembapan antara 72 %‑98 % dan 72 %‑94 % secara berurutan. Kedua wilayah tetap akan terasa lembap namun tidak ekstrem.
Di Kabupaten Bangli, prediksi menunjukkan hujan petir dengan suhu lebih sejuk, berkisar 18‑25 °C dan kelembapan mencapai 77 %‑98 %, mencerminkan kondisi dataran tinggi yang biasanya lebih dingin. Warga di kawasan ini diimbau tetap waspada terhadap kilat.
Kabupaten Buleleng di bagian utara diperkirakan mengalami hujan ringan, suhu 23‑27 °C, kelembapan 82 %‑92 %. Sementara Gianyar diprediksi serupa dengan suhu 22‑29 °C dan kelembapan 77 %‑92 %.
Di Jembrana, curah hujan ringan diharapkan dengan suhu 22‑30 °C dan kelembapan lebar 60 %‑98 %. Kabupaten Klungkung diprediksi menerima hujan ringan pada suhu yang lebih tinggi, 26‑32 °C, serta kelembapan 62 %‑90 %.
Karangasem menjadi satu-satunya wilayah yang diproyeksikan mengalami hujan dengan intensitas sedang, suhu 20‑26 °C dan kelembapan tinggi 84 %‑98 %. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan suhu yang lebih signifikan dibanding daerah lain.
Berbeda dengan Bali, Surabaya pada hari yang sama diprediksi berawan tanpa potensi hujan, suhu 24‑29 °C dan kelembapan 75 %‑95 %. Meskipun tidak ada hujan, kelembapan tinggi tetap membuat udara terasa lembap.
Masyarakat Bali disarankan membawa payung atau jas hujan serta menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam puncak curah hujan, terutama di daerah pegunungan. Secara keseluruhan, kondisi cuaca hari ini menuntut kewaspadaan, namun tidak mengancam keselamatan umum.
Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan tim respon cepat untuk mengatasi potensi gangguan lalu lintas akibat genangan air, terutama di jalan raya utama seperti Jalan Raya Denpasar‑Kuta.
Pengunjung yang berencana menikmati pantai atau kegiatan outdoor disarankan memeriksa pembaruan prakiraan secara berkala, karena hujan ringan dapat mempengaruhi operasional perahu wisata dan penyewaan perlengkapan selancar.
Petani padi di daerah Badung dan Gianyar diharapkan mendapatkan curah hujan yang cukup untuk mendukung fase pertumbuhan tanaman, sementara kebun buah di Bangli harus memperhatikan risiko kerusakan akibat petir.
Prakiraan cuaca ini sejalan dengan tren musiman yang menunjukkan perpanjangan musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia, meskipun Bali tetap mengalami curah hujan lokal yang signifikan.
Dengan suhu yang relatif bersahabat dan kelembapan tinggi, Bali tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari asalkan warga dan pelaku usaha memperhatikan peringatan cuaca. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan