Media Kampung – 25 Maret 2026 | Bupati Boyolali dan Karanganyar mengumumkan pembatalan open house Lebaran 2026 karena pertimbangan anggaran dan respons publik.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi awal Maret yang melibatkan sekretaris daerah masing‑masing.
open house Lebaran biasanya menjadi ajang halal bihalal antara pejabat dan masyarakat.
Namun, beberapa kabupaten akhir‑akhir ini mendapat sorotan publik terkait penggunaan fasilitas mewah untuk acara serupa.
Di Empat Lawang, beredar foto yang menunjukkan pejabat berpose di hotel mewah, memicu tuduhan pemborosan.
Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Sumsel, Feri, menilai acara semacam itu tidak sensitif di tengah tekanan ekonomi.
Ia menekankan pejabat harus memberi contoh empati, bukan menampilkan kemewahan.
Diskominfo Empat Lawang kemudian membantah adanya open house di hotel, menyebutnya hoaks.
Aldiwan, juru bicara Diskominfo, menjelaskan bahwa pejabat hanya berkumpul singkat di hotel untuk mobilisasi ke agenda gubernur.
Ia menegaskan tidak ada agenda resmi di hotel dan Bupati langsung kembali ke rumah setelah acara gubernur.
Pengalaman tersebut menjadi acuan Bupati Boyolali dan Karanganyar dalam memutuskan kebijakan.
Mereka beralasan bahwa dana untuk jamuan besar dapat dialokasikan kembali ke layanan publik yang lebih mendesak.
Anggaran yang semula disiapkan untuk open house dialihkan ke program kesehatan dan pendidikan menjelang tahun ajaran baru.
Beberapa LSM lokal menyambut keputusan itu, mengingat masyarakat tetap mengharapkan makan bersama secara sederhana.
Kepala desa di kedua kabupaten berencana mengadakan pertemuan kecil di balai desa masing‑masing.
Para bupati menekankan bahwa semangat Lebaran tetap terjaga lewat kebersamaan, bukan kemewahan.
Pengamat menilai langkah ini dapat menjadi standar baru dalam pengelolaan keuangan daerah saat perayaan.
Administrasi akan memantau tanggapan warga dan siap menyesuaikan kebijakan untuk perayaan selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan