Media Kampung – 24 Maret 2026 | Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian memutuskan tidak menggelar open house pada perayaan Idul Fitri 2026.

Sebagai gantinya, mereka menugaskan seluruh pejabat provinsi turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Kebijakan ini bertujuan agar bantuan pemerintah dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Program “turlap” melibatkan semua ASN dan pejabat Pemprov untuk menyapa, mengidentifikasi, dan membantu warga secara langsung.

Helmi Hasan menegaskan, “Open house tidak kami adakan, tetapi kami yang akan turun ke masyarakat, sehingga kondisi mereka dapat terlihat langsung.”

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan pemprov mengetahui permasalahan seperti rumah belum teraliri listrik, anak yatim yang memerlukan perhatian, serta warga yang belum terdaftar BPJS gratis.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda, R.A Denni langsung mengunjungi Desa Talang Benih, Curup, untuk menyalurkan bantuan sembako dan tunai kepada korban kebakaran.

Denni menyatakan, “Kami hadirkan bantuan materi dan uang tunai agar keluarga korban dapat segera pulih dari musibah.”

Satpol PP Deki Zulkarnain bersama Kepala Dinas ESDM Rico Yulyana juga turun ke Kecamatan Lais, mengunjungi Desa Sukalangu dan Taba Baru untuk menyalurkan bantuan.

Deki menuturkan, “Program ini memang untuk membantu rakyat, semoga bantuan meringankan beban warga yang hidup sebatang kara.”

Kepala Badan Penghubung Jimi Haryanto dan Ketua Baznas Provinsi Romli berkolaborasi menyalurkan uang tunai 20 juta rupiah serta paket sembako kepada korban kebakaran di Kebun Keling.

Korban Sulastri mengungkapkan rasa syukurnya, “Tim Bapak Gubernur datang, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Minal aidin walfaidzin, Pak.”

Kabid Mutasi Denny Irawan juga memberikan kursi roda kepada warga yang membutuhkan di Desa Padang Lakaran, Pino Raya.

Para pejabat menilai program turlap efektif karena memungkinkan pemerintah melihat kondisi nyata dan memberikan solusi cepat.

Tradisi Lebaran biasanya diisi dengan open house, namun kebijakan baru ini menekankan kepedulian konkret daripada simbolik.

Pendekatan ini diharapkan menjadikan momen Idul Fitri lebih berarti bagi keluarga kurang mampu, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah provinsi dalam program “Bantu Rakyat”.

Dengan turun langsung, pemerintah Bengkulu berupaya memastikan bantuan tidak hanya terdengar, melainkan terasa oleh seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.