Media Kampung – 24 Maret 2026 | On H+3 Lebaran, exit Tol Bocimi mencatat kepadatan kendaraan yang signifikan, terutama wisatawan yang menuju Sukabumi.

Data PJR Tol BORR dan Bocimi menunjukkan sekitar 19.000 kendaraan telah melintas pada fase operasional fungsional sejak 14 Maret hingga 22 Maret, dengan lonjakan tajam pada 24 Maret.

Puncak arus kembali ke Jakarta melalui Tol Cipali juga terjadi bersamaan, dimana volume kendaraan naik 167% dibandingkan hari sebelumnya.

Sampai pukul 09.00 WIB, sekitar 36.000 kendaraan telah menempuh jalur Tol Cipali ke arah Jakarta, menandakan beban lalu lintas yang tinggi.

Peningkatan tersebut dipicu oleh pemulangan pekerja dan keluarga setelah libur Lebaran serta mobilitas wisatawan ke wilayah pantai dan pegunungan di Jawa Barat.

Di Tol Bocimi, sebagian besar kendaraan yang keluar dari pintu gerbang Parungkuda berarah ke Pantai Pelabuhan Ratu, salah satu destinasi wisata populer.

Kompol Suwito, Kepala Induk PJR Tol BORR dan Bocimi, menegaskan bahwa operasional fungsional tetap dibuka dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB setiap hari.

“Kami menutup layanan pada pukul 17.00 karena belum ada penerangan jalan umum di segmen akhir,” ujar Suwito.

Untuk mengatasi kepadatan, tim urai diposisikan di sepanjang jalur, termasuk satu kilometer sebelum keluar Karang Tengah, guna mengatasi hambatan secara cepat.

Petugas juga menyiagakan dua kendaraan khusus untuk mengurai gangguan bila diperlukan.

Sementara di Tol Cipali, Astra Tol Cipali mengimplementasikan kebijakan one‑way lokal antara Km 263 Pejagan hingga Km 70 Cikopo.

“Pengguna diwajibkan tidak berganti jalur dan menghindari u‑turn selama one‑way berlangsung,” kata Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Sustainability Management & Corporate Communications.

Ardam menambahkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menjaga keselamatan dan kelancaran arus balik yang mencapai puncak pada gelombang pertama.

Rest area di kedua jalur dilaporkan penuh, dengan banyak kendaraan berhenti untuk beristirahat mengingat suhu tinggi di sepanjang tol.

Pengguna disarankan memanfaatkan tempat peristirahatan di luar gerbang tol bila kapasitas parkir sudah penuh, dengan tarif tetap berlaku.

Kedua pengelola tol menyediakan layanan bantuan darurat dan informasi lalu lintas melalui pusat kontak resmi.

Data kepadatan di exit Tol Parungkuda pada Senin 23 Maret mencatat antrean kendaraan yang memanjang selama satu kilometer.

Kepadatan tersebut dipicu oleh tingginya minat masyarakat yang ingin menikmati Pantai Pelabuhan Ratu serta destinasi wisata alam di sekitar Sukabumi.

Ardam menegaskan bahwa kendaraan harus menjaga jarak aman dan tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.

Suwito mengingatkan pengendara agar memeriksa kelengkapan surat‑surat kendaraan serta kondisi fisik pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.

“Keselamatan keluarga di rumah bergantung pada kepatuhan pengguna jalan di lapangan,” ujarnya.

Penerapan one‑way di Tol Cipali akan berlanjut hingga akhir minggu, sementara Tol Bocimi tetap beroperasi normal hingga penutupan harian.

Analisis transportasi menyebutkan bahwa lonjakan 167% arus balik pada Tol Cipali mencerminkan tingginya mobilitas pasca‑Lebaran di Pulau Jawa.

Kombinasi faktor libur panjang, cuaca panas, dan daya tarik wisata mengakibatkan tekanan pada infrastruktur jalan tol.

Pemerintah daerah dan pengelola tol terus memantau situasi untuk menghindari kemacetan berlarut serta memastikan layanan tetap aman.

Masyarakat diimbau mematuhi arahan petugas, menggunakan jalur yang ditentukan, dan mengatur waktu perjalanan untuk mengurangi beban puncak.

Dengan langkah tersebut, diharapkan arus kendaraan dapat kembali lancar menjelang akhir pekan kerja dan libur panjang selesai.

Secara keseluruhan, H+3 Lebaran menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume kendaraan di Tol Bocimi dan Cipali, dengan mayoritas pengendara beralih ke tujuan wisata di Sukabumi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.