Media Kampung – 24 Maret 2026 | Pada Minggu 22 Maret 2026, tiga anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut ditembak saat menjaga pos militer di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya; dua di antaranya tewas dan satu masih dalam perawatan intensif.
Serangan terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat, menimbulkan luka serius pada prajurit Kopda Marinir Eko Sutikno.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengaku melancarkan penembakan tersebut dan menuding Brigjen Denny Moos sebagai pimpinan kelompok yang merampas dua senjata api korban.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan kasus sedang ditangani aparat hukum dan menegaskan bahwa penyelidikan internal TNI telah dimulai.
Bupati Maybrat Karel Murafer menambahkan bahwa pemerintah daerah melakukan konsolidasi dengan masyarakat setempat dan mengajak warga berpartisipasi menciptakan keamanan.
Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen Slamet Riyadi, mengkonfirmasi bahwa identitas pelaku sudah terdeteksi namun masih membutuhkan verifikasi lapangan.
TNI meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di titik rawan dan berkoordinasi bersama Satgas Habema untuk menindaklanjuti serangan.
Upacara penghormatan terakhir dilaksanakan di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, dipimpin Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, sebelum jenazah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana TNI Tunggul, menekankan fokus pada penghormatan yang layak serta pemenuhan hak almarhum dan keluarga.
Serangan menimbulkan kepanikan di antara warga sipil, memaksa sebagian mereka mengungsi dari daerah sekitar pos militer.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua terus melakukan aksi serupa, memperparah situasi keamanan regional dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah menolak melakukan penangkapan sembarangan terhadap warga sipil dan menegaskan penegakan hukum harus berlandaskan prosedur yang sah.
OPM menegaskan bahwa tujuan serangan adalah menekan keberadaan militer, namun memperingatkan agar respons keamanan tidak menimbulkan pelanggaran hak asasi.
TNI merencanakan penambahan pasukan dan penguatan pos strategis di Maybrat untuk mencegah insiden serupa.
Insiden ini menegaskan tantangan keamanan yang masih berlangsung di Papua, sementara otoritas berkomitmen menjaga kedaulatan dan menghormati jasa pahlawan yang gugur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan