Media Kampung – 21 Maret 2026 | Menjelang H-1 Lebaran, arus mudik di Pelabuhan Ciwandan menunjukkan penurunan signifikan, namun kelelahan pemudik tampak jelas di zona buffer.

Data real‑time PT Pelindo Regional 2 Banten hingga 16.02 WIB mencatat 4.031 sepeda motor menyeberang ke Sumatera, total penumpang 6.588 orang, dan 274 truk logistik.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding puncak 17‑18 Maret yang menyebabkan kemacetan ekstrem.

Beberapa pemudik sengaja berangkat pada hari terakhir untuk menghindari kepadatan, menambah beban fisik selama perjalanan.

Petugas di zona buffer mengamati pemudik yang kelelahan, ada yang tertidur di atas motor hingga pingsan.

Salah satu kasus melibatkan Aji Pangestu, pria asal Tangerang yang menempuh perjalanan dengan motor sambil mengenakan kostum Power Ranger merah.

Aji menjelaskan ia memakai kostum untuk menghibur diri dan sesama pemudik, sehingga rasa lelah berkurang selama menunggu kapal.

Ia menegaskan tetap memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas meski berbusana kostum.

Petugas keamanan melaporkan tidak ada insiden serius terkait kostum, namun menekankan pentingnya keselamatan.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengapresiasi dukungan Kementerian Perhubungan yang melakukan kunjungan rutin ke pelabuhan.

Benny menyatakan kehadiran pejabat pusat meningkatkan respons operasional dan moral petugas di lapangan.

Ia menambahkan sinergi antar lembaga membantu menghilangkan ego sektoral demi kenyamanan masyarakat.

Pelindo berkomitmen menjaga standar K3, memperkuat fasilitas dermaga, serta memastikan keamanan penumpang dan barang.

Kolaborasi dengan aparat keamanan meningkatkan pengawasan zona buffer, mencegah penumpang beristirahat tidak aman di atas kendaraan.

Meskipun arus mudik menurun, total penumpang masih melebihi enam ribu, menandakan kebutuhan transportasi tetap tinggi menjelang Lebaran.

Tren penurunan ini diharapkan berlanjut seiring berkurangnya jadwal kapal dan peningkatan alternatif transportasi darat.

Pengalaman Aji menjadi contoh kreativitas pemudik dalam mengatasi kelelahan, sekaligus menyoroti pentingnya keselamatan pribadi.

Pihak pelabuhan meminta pemudik untuk menggunakan fasilitas istirahat yang disediakan, bukan berbaring di atas kendaraan.

Antisipasi kedatangan pemudik selanjutnya tetap menjadi prioritas, dengan penambahan petugas medis di area buffer.

Secara keseluruhan, situasi di Pelabuhan Ciwandan menunjukkan penurunan intensitas mudik, namun tantangan kelelahan dan keselamatan tetap perlu diatasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.