Media Kampung – 21 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumumkan layanan gratis pada jaringan bus TransJatim selama dua hari, yaitu 21 dan 22 Maret 2026, bertepatan dengan periode Lebaran.

Langkah ini dimaksudkan untuk meringankan beban mobilitas warga yang melakukan mudik serta menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas pada masa kepadatan tinggi.

Seluruh koridor TransJatim yang meliputi wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya akan memberlakukan tarif nol rupiah bagi penumpang umum.

Pengguna pelajar dan mahasiswa tetap dikenakan tarif simbolik sebesar Rp 2.500, sementara tarif reguler bagi penumpang dewasa biasanya Rp 5.000.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kebijakan ini diharapkan mengalihkan lebih banyak orang ke transportasi publik, sehingga volume kendaraan pribadi di jalan dapat berkurang secara signifikan.

Ia menambahkan, “Kami ingin masyarakat merasakan perjalanan yang aman dan terjangkau, terutama pada hari-hari mudik yang rawan kecelakaan.”

Jadwal operasional pada hari Sabtu, 21 Maret, dimulai pukul 10.00 WIB, dengan waktu akhir layanan yang bervariasi tergantung rute masing‑masing.

Penyesuaian waktu keberangkatan ini memberi kesempatan kepada petugas TransJatim untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa mengorbankan pelayanan.

Layanan gratis tidak mencakup armada TransJatim Luxury, yang tetap memberlakukan tarif standar.

Contohnya, rute Terminal Bunder Gresik ke Bungurasi Surabaya pada kelas premium masih dibebani biaya sekitar Rp 20.000 per penumpang.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk merencanakan perjalanan secara matang, memperhatikan jadwal keberangkatan, dan memanfaatkan slot waktu yang tersedia.

Dengan tarif nol, diharapkan kepadatan penumpang dapat tersebar merata sepanjang hari, menghindari kerumunan pada jam puncak.

Data lalu lintas tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kecelakaan kendaraan pribadi selama periode mudik.

Kebijakan gratis ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah provinsi untuk meningkatkan keselamatan jalan raya.

Pihak TransJatim menyiapkan tambahan armada dan tenaga kerja untuk memastikan kepatuhan protokol kesehatan serta kebersihan interior bus.

Setiap kendaraan dilengkapi dengan dispenser hand sanitizer dan pembersih udara otomatis.

Pengguna diwajibkan memakai masker selama perjalanan, meski situasi pandemi telah mereda.

Pengumuman resmi tentang kebijakan gratis ini disampaikan melalui media sosial pemerintah provinsi serta situs resmi TransJatim pada awal pekan ini.

Berita tersebut cepat tersebar di kalangan komunitas online, menimbulkan antusiasme tinggi menjelang hari pertama layanan gratis.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat turut mengajak warga untuk memanfaatkan layanan ini sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Penggunaan transportasi massal diharapkan dapat menurunkan emisi karbon dioksida yang biasanya meningkat selama musim mudik.

Jika sebagian besar warga beralih ke bus gratis, potensi penurunan emisi dapat mencapai puluhan ribu ton.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan program edukasi keselamatan berkendara di stasiun‑stasiun utama TransJatim menjelang Lebaran.

Materi edukasi meliputi penggunaan sabuk pengaman, kepatuhan pada lampu hijau, dan larangan penggunaan ponsel saat mengemudi.

Selain itu, petugas keamanan akan meningkatkan pengawasan pada titik‑titik rawan kecelakaan, seperti persimpangan jalan besar.

Para penumpang yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi administratif sesuai peraturan transportasi daerah.

Pengguna layanan gratis diharapkan tetap menghormati ketentuan tarif dan tidak melakukan penumpukan barang berbahaya di dalam bus.

Kebijakan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, seperti penjual makanan ringan, yang dapat menjual produk mereka di area stasiun dengan izin resmi.

Dengan tarif gratis, permintaan tiket elektronik pada aplikasi TransJatim diperkirakan melonjak tajam selama dua hari tersebut.

Tim teknis aplikasi telah melakukan pembaruan sistem untuk menghindari gangguan layanan pada puncak pemakaian.

Pengguna yang belum memiliki akun dapat mendaftar secara gratis melalui portal resmi dan mendapatkan QR code sebagai bukti keberangkatan.

Seluruh proses validasi dirancang untuk berlangsung dalam hitungan detik, mengurangi antrean di pintu masuk bus.

Jika kapasitas bus mencapai batas maksimum, sistem akan otomatis menolak permintaan tambahan hingga ada penumpang yang turun.

Hal ini bertujuan untuk menjaga jarak aman antar penumpang dan meminimalkan risiko penularan penyakit.

Secara keseluruhan, kebijakan TransJatim gratis pada 21‑22 Maret diharapkan memberikan solusi mobilitas yang ekonomis, aman, dan ramah lingkungan bagi warga Jawa Timur menjelang Idul Fitri.

Pemerintah provinsi akan mengevaluasi dampak kebijakan ini setelah periode percobaan berakhir, dengan harapan dapat memperluas program serupa di masa depan.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah dan operator transportasi, mudik Lebaran dapat menjadi lebih teratur, terjangkau, dan bebas kecelakaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.