Media Kampung – 20 Maret 2026 | Perhutani KPH Purwodadi menyelenggarakan Apel Wana Ketupat pada 17 Maret 2026 di Pos Induk 114A RPH Jangglengan.
Acara tersebut dihadiri Kepala BKPH, pimpinan RPH, mandor wilayah serta perwakilan TNI dan Polri setempat.
Tujuan utama apel adalah memperkuat koordinasi lintas sektoral guna mencegah gangguan keamanan hutan selama libur Idulfitri.
Penyelenggaraan acara menjadi bagian dari strategi Perhutani mengantisipasi potensi pencurian kayu, kebakaran, dan aktivitas ilegal lainnya.
Seluruh personel melakukan pemeriksaan kesiapsiagaan, termasuk peninjauan rute patroli dan prosedur respons cepat.
Kegiatan juga menjadi forum konsolidasi antara petugas hutan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat di sekitar kawasan.
Administrator KPH Purwodadi menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan hutan secara terintegrasi.
“Apel Wana Ketupat ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh jajaran, baik Perhutani maupun aparat TNI‑Polri serta masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama adalah memastikan hutan tetap aman selama libur panjang Idulfitri.
Administrator menekankan pentingnya patroli rutin serta komunikasi aktif antara unit lapangan sebagai langkah preventif.
Bhabinkamtibmas Desa Sumberjatipohon, Brigadir Choirul Hakim, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Kami siap bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah hutan yang menjadi bagian dari lingkungan masyarakat,” kata beliau.
Polri setempat melalui Babinsa Koramil Grobogan juga menegaskan kesiapan menindak cepat segala pelanggaran.
TNI yang berpartisipasi mengirimkan tim khusus untuk meningkatkan pengawasan di titik rawan kebakaran.
Seluruh pihak sepakat bahwa koordinasi yang baik dapat mencegah ancaman sebelum terjadi.
Patroli gabungan dijadwalkan mulai sebelum hari raya dan berlanjut hingga satu minggu setelahnya.
Penggunaan teknologi satelit dan drone turut dipertimbangkan untuk memantau area hutan secara real‑time.
Perhutani mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau limbah pertanian di dalam hutan.
Pelanggaran tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan pada musim kemarau.
KPH Purwodadi juga mengedukasi warga tentang pentingnya pelaporan cepat bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Mekanisme pelaporan melalui hotline dan aplikasi mobile telah dioptimalkan menjelang libur panjang.
Data awal menunjukkan penurunan insiden pencurian kayu pada periode sebelumnya berkat sinergi serupa.
Pihak Perhutani berharap tren positif tersebut dapat berlanjut selama Idulfitri tahun ini.
KPH Purwodadi menegaskan bahwa keamanan hutan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Apel Wana Ketupat juga menyoroti pentingnya pelatihan dasar penanganan kebakaran bagi petugas lapangan.
Pelatihan tersebut meliputi penggunaan alat pemadam portable dan prosedur evakuasi.
Seluruh peserta menerima sertifikat singkat sebagai bukti keikutsertaan dalam program kesiapsiagaan.
Kegiatan berakhir dengan penegasan kembali jadwal patroli dan rencana koordinasi selanjutnya.
Perhutani menutup acara dengan harapan semua pihak dapat menjaga ketertiban dan kelestarian hutan selama liburan.
Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan Idulfitri dapat dirayakan tanpa gangguan keamanan hutan di Purwodadi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan