Media Kampung – 20 Maret 2026 | Polantas Gresik melakukan aksi cepat untuk membantu pasangan suami istri asal Situbondo yang ketinggalan bus mudik gratis.
Bus mudik dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WIB dari kantor Pemkab Gresik, namun pasangan tersebut baru tiba sekitar 08.15 WIB.
Karena bus sudah berangkat, mereka terpaksa menunggu tanpa kepastian kembali ke kampung.
Petugas Satlantas Polres Gresik menerima laporan dan langsung menyiapkan kendaraan patroli serta pengawalan untuk mengejar bus.
Kapolres Gresik memberi perintah agar tim mengejar bus hingga kawasan Tol Tandes di Surabaya.
Tim Satlantas melaju cepat, menembus jalan raya, dan berhasil mendekati lokasi bus yang sedang melaju.
Koordinasi antar unit memungkinkan mereka menghentikan bus sebelum menempuh jarak jauh.
Pasutri tersebut kemudian diizinkan naik kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Situbondo.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menyatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari layanan kepolisian kepada masyarakat selama periode mudik.
Ia menegaskan bahwa perintah Kapolres bertujuan memastikan setiap pemudik dapat berangkat tepat waktu.
Bakti, salah satu anggota pasangan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan polisi.
Ia mengatakan tidak menyangka akan tertinggal dan khawatir tidak dapat pulang ke kampung halaman.
"Program mudik gratis ini sangat membantu, namun bila kami terlewat, situasinya akan sulit," ujar Bakti.
Pasutri tersebut berasal dari Kelurahan Lumpur, Gresik, dan berencana mengunjungi keluarga di Situbondo.
Kejadian ini terjadi pada Kamis, 19 Maret, saat arus mudik sedang meningkat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa prosedur pengejaran bus dilakukan secara profesional dan mengutamakan keselamatan.
Petugas menggunakan mobil patroli berwarna putih dengan lampu sirine aktif untuk memberi sinyal kepada pengemudi bus.
Pengemudi bus menghentikan kendaraannya setelah menerima perintah dari petugas di lapangan.
Setelah pasangan kembali naik, bus melanjutkan rute sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Keberhasilan aksi ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang melihat peran aktif Polantas dalam membantu masyarakat.
Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa petugas tampak sigap dan tidak ragu dalam mengambil keputusan.
Polisi daerah Gresik menambahkan bahwa tindakan serupa dapat menjadi contoh bagi wilayah lain selama musim mudik.
Mereka juga mengingatkan pemudik untuk memeriksa jadwal keberangkatan dan menyiapkan dokumen sebelum berangkat.
Pemerintah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan kepolisian menyediakan bus mudik gratis untuk mengurangi beban transportasi warga.
Program ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan jalan raya serta meningkatkan keamanan perjalanan.
Namun, insiden tertinggal bus menunjukkan pentingnya koordinasi antara penyelenggara dan penumpang.
Pihak kepolisian menyatakan akan mengevaluasi prosedur penjemputan dan penempatan penumpang untuk mencegah kejadian serupa.
Selama masa mudik, Polantas Gresik meningkatkan patroli di titik-titik strategis, termasuk pelabuhan, terminal, dan jalan tol.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pelayanan prima dan perlindungan warga.
Pada akhir hari, pasangan tersebut berhasil kembali ke rumah di Situbondo dengan selamat, berterima kasih pada petugas yang membantu.
Kasus ini menegaskan kembali komitmen kepolisian dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan