Media Kampung – 20 Maret 2026 | Polda Jawa Tengah mengaktifkan sistem satu arah (one way) pada Tol Semarang‑Salatiga mulai KM 414 sampai KM 459 untuk mengatasi lonjakan kendaraan mudik menjelang Lebaran 2026.

Kebijakan ini diterapkan secara situasional pada sore 18 Maret dan terus berlanjut hingga malam 19 Maret ketika arus lalu lintas menunjukkan penurunan signifikan.

Menurut data pos pam Gerbang Tol Kalikangkung, hingga pukul 17.00 WIB pada 19 Maret tercatat sebanyak 106.420 kendaraan telah melintas, memicu kepadatan di beberapa titik ruas tol.

Volume tinggi tersebut memaksa otoritas menambah kapasitas layanan dan mengatur aliran kendaraan secara terpusat.

Untuk memecah kemacetan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah lokal, mengarahkan semua kendaraan dari arah Jakarta ke jalur satu arah hingga Simpang Susun Salatiga.

Langkah ini bertujuan mempercepat pergerakan armada dan mengurangi antrian di gerbang tol.

Petugas pos pam juga membantu pemudik melakukan pembayaran tol non‑tunai secara cepat, sehingga antrean dapat diproses lebih efisien.

Pendekatan ini dianggap berhasil menurunkan waktu tunggu rata‑rata di gerbang.

Pada malam 19 Maret, setelah arus kendaraan menurun menjadi di bawah tiga ribu per jam, satu arah lokal dicabut pada pukul 21.35 WIB dan jalur kembali beroperasi normal hingga exit Krapyak.

Pengembalian akses ini memungkinkan kendaraan dari Solo kembali menempuh tol tanpa pembatasan.

Data pemantauan menunjukkan volume kendaraan per jam turun menjadi sekitar dua ribu, jauh di bawah puncak sebelumnya yang mencapai empat ribu kendaraan per jam pada 18 Maret.

Penurunan ini memberi ruang bagi petugas untuk mengakhiri prosedur one way.

Awalnya, satu arah lokal diperpanjang pada 18 Maret karena arus mencapai 4.200 kendaraan per jam dan rata‑rata tiga ribu kendaraan per jam, menandakan kebutuhan penanganan khusus.

Kebijakan ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama kepolisian menyiapkan skema one way yang melintasi ruas Batang‑Semarang, Semarang‑ABC, dan Semarang‑Solo, dengan penutupan sementara on‑ramp di Srondol dan Jatingaleh serta pengalihan arus ke jalur Tembalang dan Gayamsari.

Pengaturan tambahan mencakup penggunaan ramp Jangli sebagai jalur sodetan bila antrean di Jatingaleh membludak.

AKP Dimas Arief Wicaksono, kepala pos pam Kalikangkung, menjelaskan bahwa pencabutan one way lokal dilakukan karena volume kendaraan menurun secara konsisten setelah pukul 18.00 WIB.

Senior Manager M. Faried Sulistamtama menilai kondisi lalu lintas tetap terkendali dengan kecepatan rata‑rata 74 km/jam pada KM 427, menunjukkan efektivitas kebijakan.

Meskipun volume menurun, pada 19 Maret tercatat lebih dari 27.800 kendaraan melintas dalam sembilan jam, dengan puncak 3.538 kendaraan dalam satu jam antara pukul 10.00‑14.00.

Kepadatan pada jam sibuk tetap menuntut pemantauan intensif oleh pihak berwenang.

Pihak pengelola tol menekankan pentingnya kepatuhan pengguna terhadap rambu dan arahan petugas serta mengingatkan risiko kelelahan di jalur setelah Semarang.

Walaupun arus tetap tinggi, langkah‑langkah pengaturan diharapkan menjamin kelancaran mudik Lebaran hingga akhir pekan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.