Media Kampung – 20 Maret 2026 | Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin pemberangkatan 4.000 pemudik Jatim secara gratis pada hari Kamis 19 Maret 2026 di Surabaya, menandai peluncuran program mudik Lebaran 1447 H.
Program ini didanai Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan melibatkan 158 unit bus non‑ekonomi, serta armada truk pengangkut sepeda motor dan kapal laut untuk mengangkut penumpang serta kendaraan roda dua.
Dari total bus, 58 unit melayani rute Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Jakarta‑Surabaya dan telah menurunkan 2.230 pemudik pada 18 Maret, sementara 100 unit sisanya beroperasi sebagai Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) melayani 20 jurusan di dalam Jawa Timur.
Setiap bus dirancang untuk menampung sekitar 40 orang, sehingga 100 bus AKDP dapat mengangkut seluruh 4.000 warga yang berangkat ke 20 tujuan akhir di provinsi.
Armada laut yang dikerahkan pada 15 Maret menghubungkan pelabuhan Jangkar dengan pulau Raas dan Sapudi, melayani total 3.000 penumpang, sehingga jumlah total penerima manfaat program mencapai 9.230 orang.
Seluruh kendaraan bus dilengkapi sistem GPS yang terintegrasi dengan aplikasi Transjatim Ajaib, memungkinkan keluarga memantau posisi bus secara real‑time dan memperkirakan kedatangan.
“Kami berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh warga Jawa Timur menjelang Idul Fitri,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutan resmi sebelum keberangkatan.
Khofifah menambahkan bahwa pendaftaran peserta dilakukan secara daring dengan tetap menyediakan layanan offline bagi masyarakat yang belum familiar dengan platform digital.
Pemerintah provinsi juga menegaskan bahwa program mudik gratis bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas, menurunkan risiko kecelakaan, dan meringankan beban biaya perjalanan bagi keluarga yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
Upaya keselamatan diperkuat dengan inspeksi menyeluruh oleh Satlantas Polrestabes Surabaya, yang memeriksa kondisi ban, lampu, sistem rem, serta perlengkapan pemadam kebakaran dan pemecah kaca pada setiap bus sebelum berangkat.
Gubernur Khofifah sekaligus menerima piagam rekam jejak MURI nomor 12665/R.MURI/III/2026 atas pencapaian pembangunan 132 palang pintu dan pos jaga lintas kereta api terbanyak, bagian dari kebijakan zero accident di wilayah provinsi.
Pembangunan palang pintu tersebut diharapkan menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang, sejalan dengan target keselamatan transportasi yang menjadi prioritas dalam program mudik.
Dari perspektif ekonomi, pemerintah provinsi menilai bantuan transportasi gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang biasanya mengeluarkan biaya signifikan untuk mudik.
Para pemudik mengapresiasi kehadiran aparat dan fasilitas modern, dengan salah satu peserta mengaku merasa lebih aman karena bus telah melalui pemeriksaan ketat dan dilengkapi GPS.
Program mudik gratis 2026 diharapkan menjadi contoh kebijakan publik yang dapat direplikasi oleh provinsi lain, menggabungkan teknologi, keselamatan, dan dukungan sosial untuk menyambut hari raya dengan lancar.
Dengan 158 armada bus, kapal, dan truk yang siap beroperasi, serta dukungan aparat keamanan, pemerintah Jawa Timur menutup kegiatan pemberangkatan dengan harapan semua pemudik tiba di tujuan tepat waktu dan selamat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan