Media Kampung – 17 Maret 2026 | Menjelang Idul Fitri 1447 H, kota Semarang mengalami lonjakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Permintaan layanan penitipan hewan, program transportasi gratis, serta dinamika keuangan daerah menjadi sorotan utama.
Hotel Anabul Pet Central Semarang Catat Peningkatan Pesanan
Pet Central Semarang, sebuah fasilitas penitipan anabul yang berlokasi di Pasar Karang Ayu, melaporkan tingkat hunian mencapai puncak pada periode H‑5 hingga H+5 menjelang Lebaran. Pemiliknya, Ayu Rizky Latifah (29), menyebut permintaan meningkat lima kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan rata‑rata 20 anjing atau kucing per hari berubah menjadi 100 pada hari libur.
Fasilitas ini menyediakan tiga tipe kamar berharga antara Rp 85.000 hingga Rp 150.000 per malam, lengkap dengan pendingin ruangan, air minum, sesi bermain, serta kunjungan dokter hewan. Setiap hewan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diterima untuk mencegah penyebaran penyakit. Karena kapasitas terbatas, beberapa calon pelanggan harus ditolak meski permintaan tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Program Mudik Gratis Pegadaian Bawa 260 Warga Pulang
PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang meluncurkan program “Mudik Nyaman Bersama Pegadaian 2026”. Pada 17 Maret 2026, sebanyak 260 peserta—termasuk mahasiswa, pelaku UMKM, dan pekerja informal—diberangkatkan menggunakan bus ber‑AC lengkap dengan konsumsi, paket berbuka, serta atribut mudik.
Setiap penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebelum keberangkatan, dan bus dilengkapi fasilitas keselamatan ketat. Salah satu peserta, Ria Sutriani, menyatakan program ini sangat membantu ekonomi keluarganya karena proses pendaftaran mudah dan fasilitas memadai.
Bank Pasar Semarang Alami Penurunan Laba Akibat Kasus Korupsi
Bank Pasar, milik Pemerintah Kota Semarang, melaporkan penurunan laba bersih secara signifikan setelah audit ulang. Laba sebelum pajak turun dari Rp 3,8 miliar menjadi Rp 2,3 miliar, sementara laba setelah pajak menyusut dari Rp 3,1 miliar menjadi Rp 1,7 miliar. Pendapatan operasional juga menurun, dari Rp 10,2 miliar menjadi Rp 9,9 miliar, sedangkan beban operasional naik menjadi Rp 7,7 miliar.
Penurunan ini dihubungkan dengan temuan dugaan korupsi dalam penyaluran kredit, termasuk kasus kredit yang diberikan kepada debitur dengan suami yang sedang dipenjara serta praktik pemungutan fee ilegal oleh pegawai bank. Sebanyak enam orang kini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 5,2 miliar.
Dampak Lebaran Terhadap Ekonomi Lokal
Kombinasi faktor di atas mencerminkan dinamika ekonomi Semarang menjelang Lebaran. Permintaan layanan penitipan hewan meningkat seiring dengan tradisi keluarga yang mudik, sementara program transportasi gratis memperkuat peran sektor publik dalam mendukung mobilitas warga. Di sisi lain, penurunan laba Bank Pasar menimbulkan kekhawatiran mengenai tata kelola keuangan daerah.
Secara keseluruhan, Lebaran 2026 diprediksi akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, dan transportasi di Semarang, meski tantangan integritas keuangan masih harus diatasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








