Media Kampung – 17 Maret 2026 | Pada hari Selasa, 17 Maret 2026, panjang antrean kendaraan yang menunggu untuk menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 45 kilometer. Kondisi ini memaksa sejumlah pemudik menunggu hingga 12 jam atau lebih sebelum dapat memasuki area pelabuhan.

Panjang Antrean Mencapai Rekor Tertinggi

Polres Jembrana mengonfirmasi bahwa ekor kendaraan telah menyebar dari kawasan Blimbingsari hingga area pelabuhan, menempuh jarak sekitar 45 km. Sebelumnya, pada 16 Maret, panjang antrean tercatat sekitar 16 km, dan pada puncak kemacetan beberapa hari sebelumnya bahkan mencapai 30 km. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume kendaraan sejak Minggu malam (15 Maret).

Waktu Tunggu Pemudik Melebihi 12 Jam

Beberapa pemudik melaporkan waktu tunggu yang jauh melampaui 12 jam. Salah satu contoh ialah Ahmad Jailan (49 tahun) asal Denpasar yang menghabiskan 22 jam di jalur mudik sebelum dapat menembus area pelabuhan. Pengalaman serupa juga dialami Made Putra, yang terpaksa menunggu 17 jam. Rata‑rata waktu tunggu kini berada pada kisaran 9‑12 jam, jauh di atas standar normal 5‑7 jam pada periode mudik sebelumnya.

Faktor Penyebab Kemacetan

Berbagai faktor memperparah situasi, antara lain:

  • Lonjakan volume kendaraan menjelang Lebaran, dengan tercatat 97.787 unit kendaraan keluar dari Bali, meningkat 2,8 % dibandingkan tahun lalu.
  • Penggunaan jalur utama oleh bus pariwisata yang menyalip antrean, serta truk‑truk berukuran tiga sumbu yang masih beroperasi.
  • Kendala teknis seperti truk mogok di tengah jalur dan perilaku pengemudi yang tidak tertib.
  • Keterbatasan fasilitas sanitasi di sepanjang rute, terutama di kawasan Hutan Cekik, yang menambah ketidaknyamanan pemudik.

Selain itu, arus kendaraan yang mencari alternatif melalui jalur Denpasar‑Singaraja menimbulkan kemacetan baru di Kabupaten Buleleng, memperpanjang antrean hingga desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.

Tindakan Kepolisian dan Upaya Penanggulangan

Polisi lalu lintas mengatur arus kendaraan dengan memindahkan truk‑truk besar ke area kargo, sehingga mobil pribadi dan sepeda motor dapat lebih cepat memasuki pelabuhan. Petugas juga mengarahkan kendaraan kecil ke gang‑gang pemukiman untuk meredakan kepadatan di jalur utama. Pada H‑5, tercatat 251 trip kapal yang beroperasi, dengan 14.398 sepeda motor dan 6.350 mobil pribadi menyeberang.

Manajer Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menegaskan adanya peningkatan volume penumpang sebesar 0,7 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan 309.135 orang telah menyeberang hingga 16 Maret. Upaya koordinasi antara Polres Jembrana, Polres Buleleng, dan otoritas pelabuhan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan mempercepat alur lalu lintas.

Situasi ini menjadi peringatan bagi pemudik bahwa persiapan matang, termasuk mengecek kondisi kendaraan dan membawa kebutuhan dasar, sangat penting untuk mengatasi antrean panjang yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga hari terakhir mudik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.