Media Kampung – 17 Maret 2026 | Pada Senin, 10 Maret 2026, seorang pemilik usaha es krim di Kepahihan, Bengkulu, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami serangkaian luka tusuk yang berjumlah lebih dari lima titik. Korban, yang dikenal sebagai Bapak Ahmad Suryadi, dipukul keras di depan tokonya, Duta Gallery, oleh seorang pedagang balon yang belum teridentifikasi secara resmi.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Bapak Ahmad sedang melayani pelanggan di area depan tokonya. Seorang pria berusia sekitar 30 tahun, yang menjual balon udara di jalan utama, tiba-tiba mengeluarkan pisau dapur dan menyerang korban secara langsung. Menurut saksi mata, pelaku mengucapkan kata-kata provokatif sebelum melakukan penusukan.
- 15:30 – Pedagang balon menghampiri toko Duta Gallery dan mulai berdebat dengan Bapak Ahmad mengenai lokasi penjualan balon.
- 15:32 – Pedagang balon mengeluarkan pisau dan melakukan penusukan pertama pada lengan kiri korban.
- 15:33 – Penusukan kedua diarahkan ke dada, diikuti oleh tiga luka tambahan pada punggung dan kaki kanan.
- 15:35 – Pedagang balon melarikan diri menuju gang sebelah timur, sementara beberapa pelanggan dan pedagang sekitar memanggil ambulans.
Tim medis tiba di lokasi dalam waktu lima menit, namun kondisi korban sudah kritis. Setelah dibawa ke RSUD Kepahiang, korban dinyatakan meninggal pada pukul 18.20 WIB karena kehilangan banyak darah.
Saksi Mata dan Penyidikan
Beberapa saksi memberikan pernyataan kepada polisi. Seorang pedagang sayur, Budi Hartono, menyatakan bahwa korban dan pelaku pernah terlibat perselisihan mengenai ruang jual pada minggu sebelumnya. “Saya mendengar mereka berdebat soal tempat jual balon, tapi tidak pernah terpikir ada hal seberat ini,” kata Budi.
Polisi setempat, Kapolres Kepahiang, Kombes Pol. Rudi Hartono, menjelaskan bahwa tim forensik menemukan total enam luka tusuk, dengan kedalaman bervariasi antara 2 hingga 5 sentimeter. Barang bukti berupa pisau berukuran 15 cm dan balon berwarna merah muda ditemukan di lokasi, namun pelaku masih belum dapat ditangkap.
Investigasi lanjutan akan memeriksa rekaman CCTV dari toko Duta Gallery dan toko-toko tetangga. Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk melapor melalui nomor darurat 110.
Reaksi Masyarakat dan Pihak Berwenang
Berita kematian Bapak Ahmad menyebar cepat di media sosial, memicu keprihatinan warga Kepahiang. Warga menggelar doa bersama di depan toko pada malam harinya, sambil menuntut keadilan bagi korban. Kelompok usaha kecil setempat menyerukan peninjauan kembali peraturan penjualan di ruang publik untuk mencegah konflik serupa.
Gubernur Bengkulu, Dr. H. Zulkifli Hasan, mengirimkan ucapan belasungkawa resmi dan menginstruksikan Dinas Kepolisian untuk mempercepat penangkapan pelaku. “Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan yang merenggut nyawa warga produktif,” tegasnya dalam pernyataan tertulis.
Investigasi Lanjutan dan Upaya Pencegahan
Polisi menegaskan bahwa kasus ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana, mengingat adanya motif persaingan usaha. Tim investigasi akan memeriksa catatan izin usaha pedagang balon, serta menelusuri riwayat konflik antara kedua pihak.
Selain itu, Dinas Perizinan setempat berencana mengadakan sosialisasi ulang tentang tata cara berjualan di area publik, termasuk penetapan zona khusus dan mekanisme penyelesaian sengketa secara damai. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi potensi benturan kepentingan antar pedagang di masa depan.
Kasus penusukan bos es krim di Kepahiang menjadi peringatan keras bagi komunitas usaha lokal. Dengan penyelidikan yang terus berjalan, pihak berwenang berkomitmen mengungkap semua fakta dan menuntut pelaku agar keadilan dapat ditegakkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








