Media Kampung – 17 Maret 2026 | Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, kembali tampil di tengah bulan Ramadan dengan aksi pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga Solo, Jawa Tengah, pada Senin 16 Maret 2026. Aksi tersebut dilakukan di kawasan Jalan Adi Sumarmo, dimana eks‑Wali Kota Solo menurunkan amplop berisi THR langsung dari mobilnya.
Antrean dan Suasana
Warga tampak antusias, membentuk antrean panjang yang dijaga keamanan untuk menjaga ketertiban. Setiap warga menerima amplop satu per satu, sementara Jokowi yang mengenakan topi dan kemeja putih khasnya menambah kesan akrab. Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, yang mendampingi Jokowi, menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi menjelang Lebaran.
Motivasi dan Reaksi Warga
Syarif menjelaskan bahwa pembagian THR merupakan oleh‑oleh sederhana untuk menyemarakkan suasana menjelang Hari Raya, meski tidak mengungkapkan nilai nominal bantuan. Warga yang menerima bantuan mengaku merasa dihargai, bersyukur, dan terhibur oleh kehadiran mantan presiden. Bukan sekadar uang, tapi kebersamaan yang membuat kami bahagia, ujar salah satu penerima.
Program Bonus Hari Raya untuk Pengemudi Ojol
Di sisi lain, kebijakan sosial pemerintah terus berlanjut di Solo melalui Bonus Hari Raya (BHR) yang disalurkan kepada pengemudi ojek online (ojol) di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pengemudi senior seperti Endang Sulastri melaporkan peningkatan bantuan dari Rp 50 ribu tahun lalu menjadi Rp 150 ribu, sementara Bagus Wahyu menerima Rp 250 ribu, lima kali lipat bantuan sebelumnya. Pengemudi lain, Joko Purwanto, juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan Rp 150 ribu yang dapat digunakan untuk keperluan fitrah.
Implikasi Kebijakan Sosial
Kedua aksi tersebut menegaskan komitmen pemerintah, baik mantan maupun yang sedang menjabat, untuk memberikan dukungan finansial kepada masyarakat menjelang Lebaran. Distribusi THR oleh Jokowi menyoroti peran simbolis figur publik dalam membangun rasa kebersamaan, sedangkan BHR bagi ojol menampilkan pendekatan terfokus pada sektor informal yang menjadi tulang punggung transportasi perkotaan. Kedua program menambah likuiditas rumah tangga selama Ramadan, membantu warga menyiapkan kebutuhan hari raya, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Secara keseluruhan, aksi pembagian THR di Solo dan penyaluran BHR kepada pengemudi ojol mencerminkan upaya sinergis antara simbolisme politik dan kebijakan berbasis kebutuhan. Meskipun nilai bantuan tidak diungkapkan secara resmi, dampak positif terhadap kesejahteraan warga tampak jelas, menandai momentum penting dalam rangkaian program sosial menjelang Lebaran 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








