Media Kampung – 11 Maret 2026 | Jalan tol Jogja‑Solo segmen Purwomartani‑Prambanan akan beroperasi secara fungsional gratis selama 14 hari, mulai 16 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini dirancang khusus untuk menampung arus mudik Lebaran yang diproyeksikan akan melibatkan sekitar 8,2 juta orang memasuki Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama periode tersebut, tol hanya melayani kendaraan golongan I (sedan, jip, minibus, pick‑up, truk kecil, dan bus) yang bergerak dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, dan sekitarnya.
Fungsional Gratis dan Jam Operasional
Gerbang Tol (GT) Purwomartani di Kalasan, Sleman, dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB setiap harinya. Kendaraan yang masuk melalui GT Purwomartani tidak dikenakan biaya tol pada ruas Purwomartani‑Prambanan, namun tarif tetap berlaku pada gerbang selanjutnya, termasuk GT Klaten. Karena tidak dapat keluar di GT Prambanan, semua kendaraan yang menembus tol ini harus melanjutkan perjalanan hingga GT Klaten atau gerbang berikutnya.
Aturan Satu Arah dan Persyaratan Elektronik
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum menegaskan bahwa ruas tol ini berfungsi sebagai jalur satu arah keluar DIY. Pengendara diwajibkan memastikan saldo uang elektronik (e‑money) cukup, karena pembayaran tarif akan dilakukan secara otomatis di gerbang berikutnya. “Masuk melalui Purwomartani gratis, namun di gerbang berikutnya tetap dikenakan tarif,” ujar Widya dalam peninjauan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Mudik
- Penutupan sejumlah titik putar balik (U‑turn) di ruas jalan utama untuk mengurangi konflik arah.
- Penerapan sistem satu arah (one‑way) di titik rawan macet, termasuk beberapa jalan di dalam Kota Yogyakarta dan kawasan wisata Pantai di Kabupaten Gunungkidul.
- Penempatan pos pantau dan tim pengamanan Polda DIY di sekitar GT Purwomartani serta titik-titik strategis lainnya.
- Penggunaan rambu tambahan dan petugas lapangan untuk mengarahkan arus kendaraan secara real‑time.
Fasilitas Alternatif Bagi Pemudik Dari Jawa Tengah
Bagi pemudik yang datang dari arah Jawa Tengah menuju DIY, akses keluar melalui Exit Tol Prambanan atau beberapa exit lain di wilayah Klaten tetap tersedia. Dari sana, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta melalui jalur arteri yang telah disiapkan, memastikan kelancaran pergerakan meski tidak dapat keluar di GT Prambanan.
Persiapan Infrastruktur
Manajer Pengendalian Tol Jogja‑Solo, Bachtiar Yusuf melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi utama telah selesai, hanya menyisakan perapian dan penyempurnaan minor. Wakapolda DIY, Brigjen Eddy Djunaedi juga melakukan peninjauan pada 10 Maret 2026 untuk memastikan kesiapan fasilitas, termasuk penerangan, sistem pembayaran elektronik, dan keamanan di titik-titik kritis.
Dengan kombinasi kebijakan satu arah, penutupan U‑turn, dan tarif gratis pada ruas kritis, pihak berwenang berharap dapat mengurai kepadatan yang biasanya terjadi pada masa mudik lebaran. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat alur keluar DIY, tetapi juga mengurangi risiko kemacetan berlarut‑larut yang dapat mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang.
Secara keseluruhan, penerapan Tol Purwomartani‑Prambanan sebagai jalur satu arah keluar DIY menjadi bagian penting dari strategi transportasi DIY dalam menyambut arus mudik massal tahun 2026. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan pemudik di tengah tantangan lalu lintas yang semakin kompleks.


Tinggalkan Balasan