Polres Cianjur menegaskan bahwa jalur alternatif Puncak II tidak direkomendasikan untuk dilalui kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Keputusan ini diambil setelah survei gabungan dilakukan oleh Satlantas Polres Cianjur bersama Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP.

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memprediksi 2,83 juta warga akan memadati kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat selama libur Nataru. Dari jumlah tersebut, 1,84 juta orang berasal dari Jabodetabek, sementara sekitar 988.000 orang datang dari luar wilayah Jabodetabek. Lonjakan besar ini diperkirakan akan memicu kemacetan parah di kawasan Puncak.

Kepala Satlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, menyampaikan bahwa hasil survei menemukan banyak titik rawan longsor yang hingga kini belum ditangani secara optimal. Beberapa titik bahkan masih menutup sebagian badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Banyak tebing yang berpotensi longsor belum ditangani secara tuntas. Situasi ini sangat berbahaya jika terjadi hujan deras dan berpotensi menimbulkan longsor susulan,” ujar Hardian dikutip dari laporan pada Senin (8/12).

Selain itu, jalur Puncak II juga masih memiliki banyak ruas jalan yang menyempit serta berlubang, sehingga memperbesar risiko kecelakaan. Meski ada penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) sejak survei awal tahun, jumlahnya masih terbatas—hanya sekitar tiga unit setiap dua kilometer.

Minimnya PJU membuat jalur ini sangat gelap pada malam hari dan berbahaya bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan medan. “Kondisi ini semakin menurunkan tingkat keselamatan pengguna jalan,” tambah Hardian. (putri).