Sejumlah geolog dari Indonesia dan Australia menghabiskan beberapa hari di Banyuwangi untuk meneliti jejak mineral sekaligus meninjau langsung lanskap geologi di kawasan Geopark Ijen, termasuk Pulau Merah. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), organisasi yang bernaung di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia dan mewadahi para ahli di sektor pertambangan mineral serta batubara.

Perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menjelaskan bahwa penelitian lapangan ini dilakukan untuk memahami proses pembentukan mineralisasi di Banyuwangi. Temuan-temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi pencarian mineral di berbagai wilayah, baik di Indonesia maupun di negara lain. Menurut Arif, Banyuwangi dipilih karena wilayah ini menyimpan potensi mineral yang kuat serta memiliki karakter geologi yang menarik untuk dikaji lebih dalam.

Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menilai bahwa kekayaan geologi Banyuwangi, khususnya Pulau Merah dan Gunung Ijen, memiliki keterkaitan historis yang jarang ditemukan di daerah lain. Ia menggambarkan Pulau Merah sebagai gambaran masa depan Ijen, dan sebaliknya, Ijen sebagai cerminan masa lalu Pulau Merah. Hal ini terlihat dari karakter batuannya yang sama-sama memiliki warna kemerahan akibat proses oksidasi.

Turut serta dalam rombongan, peneliti IPB Dr. Arzyana Sunkar menyebut keterlibatannya terkait pengembangan kebijakan geopark. Ia menilai Geopark Ijen telah memberi manfaat luas bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Berbagai praktik baik yang ditemui di Banyuwangi, mulai dari pengelolaan potensi alam hingga peran aktif warga, dinilainya layak dijadikan model bagi daerah lain di Indonesia maupun dunia. Arzyana bahkan berencana memperkenalkan Banyuwangi dalam forum International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia pada Juli tahun depan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para geolog dan akademisi tersebut. Ia menilai bahwa kekayaan geologi Banyuwangi memang sepatutnya dimanfaatkan untuk riset dan edukasi demi pengembangan keilmuan maupun pariwisata. Ipuk berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi baru yang bermanfaat bagi perkembangan Geopark Ijen ke depan. (selsy).