Media Kampung – 28 Maret 2026 | Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menegaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan ledakan di Masjid Raya Pesona tidak berasal dari bahan peledak tradisional.
Insiden terjadi pada 16 maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih.
Walaupun tidak ada korban jiwa, satu orang mengalami gangguan pendengaran dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Ledakan merusak atap, roster, dan beberapa bagian interior masjid, serta menimbulkan kepanikan di antara para jamaah.
Dalam konferensi pers, Kapolres menyampaikan hasil analisa sementara tim gabungan yang menyatakan tidak ditemukan sisa-sisa bahan peledak.
Tim investigasi mengidentifikasi bahwa penyebab utama kemungkinan besar adalah panas berlebih pada zat mudah terbakar yang disimpan dalam lemari besi.
Beberapa zat kimia yang dicurigai meliputi Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A‑co‑epichlorohydrin), keduanya dapat melepaskan energi saat suhu meningkat.
Jika suhu di dalam lemari naik secara signifikan, reaksi kimia pada kedua senyawa tersebut dapat memicu ledakan kecil.
Para penyidik memperkirakan peningkatan temperatur dapat disebabkan oleh kegagalan isolasi listrik atau sumber panas internal lain.
Tim gabungan terdiri atas Unit Identifikasi, Laboratorium Forensik Polda Jatim, Direktorat Reserse Kriminal, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana, Satbrimob, serta Satreskrim Polres Jember.
Setiap unit melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel residu yang diambil dari lokasi ledakan.
Hasil sementara laboratorium tidak menemukan jejak nitrogliserin, RDX, atau bahan peledak lainnya, menguatkan dugaan bukan bom.
Kepala kepolisian menekankan pentingnya menunggu hasil akhir penyelidikan sebelum mengumumkan penyebab pasti.
Masjid Raya Pesona kembali dibuka untuk ibadah pada sore hari 17 Maret, meski sebagian jamaah masih enggan kembali karena kekhawatiran.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Warga diminta melaporkan hal mencurigakan dan membantu menjaga situasi keamanan serta ketertiban di wilayah Jember.
Investigasi masih berlanjut dengan pengujian lanjutan terhadap bahan kimia yang ditemukan.
Pihak berwenang berjanji akan mengumumkan temuan final sesegera mungkin setelah semua data terverifikasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan