Media Kampung – 17 Maret 2026 | Jember – Pada Senin malam, 16 Maret 2024, sebuah ledakan terjadi di dalam Masjid Pesona Raya yang berada di kawasan Perumahan Pesona Regency. Ledakan terdengar sekitar pukul 20.00 WIB dan memicu kepanikan di kalangan warga sekitar. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur segera menurunkan tim gabungan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Investigasi dan penanganan lapangan

Tim gabungan menutup area masjid dengan garis polisi dan memulai proses sterilisasi. Seluruh material sisa ledakan, termasuk serpihan logam dan fragmen dari sebuah lemari besi yang terletak di lantai dua, dikumpulkan untuk dianalisis secara ilmiah. Laboratorium Forensik akan melakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti ledakan.

Sementara proses fisik di lokasi berlangsung, petugas juga memeriksa rekaman CCTV yang dipasang di sekitar perumahan. Keterangan saksi mata, RT/RW, serta data lain yang relevan terus dikumpulkan untuk melengkapi bukti. Hingga Selasa, 17 Maret, area masjid masih dalam tahap sterilisasi dan belum dibuka untuk ibadah.

Pernyataan Kapolda Jawa Timur

Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolda Jawa Timur, menyatakan bahwa tidak ada jamaah yang terluka dalam insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh unit khusus, termasuk Brimob, Jibom, Labfor, dan Densus 88, telah dikerahkan untuk mendukung penyelidikan Polres Jember secara penuh.

Nanang menambahkan, “Saya telah memerintahkan tim kami untuk melakukan backup penuh dalam proses penyelidikan. Kami tidak akan berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar.” Ia juga menekankan pentingnya menunggu hasil pembuktian ilmiah sebelum mengumumkan penyebab pasti.

Permintaan ketenangan masyarakat

Menjelang arus mudik Lebaran, Kapolda meminta warga Jember, khususnya penghuni Perumahan Pesona Regency, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi di media sosial. Ia menegaskan bahwa situasi sepenuhnya terkendali dan kepolisian berkomitmen menjamin keamanan warga sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal.

Pihak kepolisian berjanji akan membuka kembali akses ke masjid setelah proses sterilisasi dan pengumpulan bukti selesai. “Situasi sepenuhnya terkendali. Kami hadir untuk menjamin keamanan warga agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Investigasi masih berlangsung dan pihak berwenang menghimbau publik untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Hasil akhir penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang asal-usul ledakan serta langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.