Media Kampung – 28 Maret 2026 | Pada Sabtu, 28 Maret 2024, lebih dari lima ribu pengunjung berkumpul di Wisata Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar, untuk menyaksikan pelaksanaan Kirab Ketupat Coklat. Acara tahunan ini menjadi sorotan utama menjelang perayaan Idul Fitri.
Kemeriahan berlangsung sejak pagi hari, di mana ribuan peserta menelusuri alur kirab yang dihiasi rangkaian ketupat berwarna coklat. Suasana dipenuhi nuansa religius yang dipadukan dengan elemen budaya lokal, menciptakan pengalaman yang unik bagi para tamu.
Panitia menyiapkan sekitar lima ribu ketupat, jumlah yang disesuaikan dengan perkiraan jamaah pengajian yang turut hadir. Setiap ketupat diproses dengan teknik tradisional dan dibungkus secara rapi untuk memastikan keseragaman visual sepanjang prosesi.
Ketupat tidak sekadar menjadi simbol kuliner, melainkan mewakili rasa syukur setelah menunaikan ibadah Ramadan serta melambangkan kebersihan hati. Makna tersebut ditekankan dalam sambutan resmi, menegaskan peran tradisi dalam memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.
Reditya Ansori, ketua Divisi Quality Assurance Kampung Coklat, menyatakan bahwa kirab ini merupakan wujud pelestarian budaya yang dipadukan dengan nilai religius. Ia menambahkan bahwa setiap tahun tim berupaya menambah inovasi untuk menjaga relevansi acara.
Dalam penjelasannya, ketupat juga dipaknai sebagai simbol pengampunan, kebersihan hati, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Pesan tersebut disampaikan kepada peserta melalui ceramah singkat sebelum prosesi dimulai.
Bupati Blitar, Dr. Rijanto, hadir secara langsung dan menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H beserta permohonan maaf lahir batin. Kunjungan beliau menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.
Rijanto menekankan bahwa Kirab Ketupat Coklat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan aset identitas daerah yang berpotensi menarik wisatawan. Ia mengajak semua pihak untuk terus melestarikannya sebagai daya tarik utama Kabupaten Blitar.
Pihak kepolisian dan Dinas Pariwisata mencatat peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi, dengan pedagang makanan dan suvenir melaporkan penjualan meningkat signifikan. Dampak positif ini dipandang sebagai bukti kontribusi acara terhadap perekonomian lokal.
Pengunjung, termasuk wisatawan dari luar Jawa Timur, melaporkan kepuasan tinggi atas pengalaman melihat perpaduan antara tradisi ketupat dan cita rasa coklat. Banyak yang membagikan foto-foto prosesi di media sosial, memperluas jangkauan promosi daerah.
Kirab Ketupat Coklat tahun ini berhasil menggabungkan nilai religius, kebudayaan, dan ekonomi dalam satu rangkaian acara yang terorganisir. Penyelenggara menutup kegiatan dengan harapan acara serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan