Media Kampung – 20 Maret 2026 | Pihak Yayasan Buka Suara memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kerugian hingga lima ratus juta rupiah dalam operasional dapur Sekolah Penyandang Persamaan Ganda (SPPG) Sananwetan, Kota Blitar.
Djoko menyebut bahwa seluruh pengeluaran operasional telah terdokumentasi, termasuk sewa rumah selama satu tahun senilai tiga puluh delapan juta rupiah.
Selain sewa, dana telah dialokasikan untuk pembelian peralatan dapur seperti kompor, wajan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Pengeluaran tunai sebesar sepuluh juta rupiah juga tercatat secara langsung dalam laporan keuangan yayasan.
Ia menekankan bahwa semua biaya tersebut masuk ke dalam pos sewa tempat dan peralatan, sementara sisanya tercatat dalam administrasi yayasan.
Untuk menjamin kejelasan kerja sama, Djoko menegaskan pentingnya adanya perjanjian resmi atau Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di hadapan notaris.
Ia berpendapat bahwa istilah “mitra” sebaiknya disertai MoU resmi agar tanggung jawab masing‑masing pihak terdefinisi sejak awal.
Perihal sewa tempat, pihak yayasan telah menyelesaikannya dan memperpanjang kontrak sewa hingga empat tahun ke depan.
Perpanjangan tersebut melibatkan nilai sekitar dua ratus juta rupiah dan prosesnya telah diselesaikan di kantor notaris.
Pembayaran sewa perpanjangan telah dilakukan, dan yayasan kini menunggu dokumen resmi sebagai bukti sah.
Djoko memastikan bahwa operasional dapur SPPG Sananwetan tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi perdebatan mengenai besaran kerugian.
Yayasan membuka jalur komunikasi untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah dan menghindari tindakan hukum yang tidak perlu.
Ia menegaskan bahwa setiap tuntutan harus didasarkan pada data yang jelas dan rinci, bukan sekadar perkiraan belaka.
Dalam pernyataannya, Djoko menambahkan bahwa yayasan berkomitmen menjaga keberlanjutan program dapur bagi siswa penyandang disabilitas di Sananwetan.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi publik dan menegaskan transparansi pengelolaan dana yayasan.
Dengan dokumen perjanjian yang akan segera diterbitkan, hubungan kerja sama antara yayasan dan pihak terkait diperkirakan akan menjadi lebih terstruktur.
Secara keseluruhan, situasi keuangan operasional dapur SPPG Sananwetan berada pada level yang dapat dikelola, dengan estimasi kerugian yang lebih rendah dari klaim awal.
Yayasan Buka Suara menutup pernyataan dengan harapan semua pihak dapat menyelesaikan isu ini secara damai dan fokus pada misi sosial pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan